Valentine’s Day: Perusak Jodoh Anda!

Hai hai… pasti gak asing lagi ‘kan dengan yang namanya Valentine’s Day. Itu loh, hari yang menurut banyak orang sebagai hari untuk mengekspresikan cinta… Mungkin beberapa orang dari pembaca belum lama ini telah merayakannya ya? hehe… koq nuduh sih?!

Terus, apa yang salah dengan V-Day? Dan apa bener hari tersebut bisa merusak jodoh kita sebagaimana dikatakan oleh judul di atas?

Waduh… Hm… baiklah kita buka dikit tabir jodohnya.. eh tabirnya..

Kalo kita perhatiin, maraknya perayaan v-day di negeri ini belum lama deh. Sebelum tahun  tahun 2000-an, ketika saya masih remaja, belum ada tuh yang ngerayaan v-day kaya sekarang. Hm.. mungkin saya kurang gaul kali.. hehe. Baca lebih lanjut

Kemudahan Menikah dalam Islam

Sebagai gambaran bagaimana Islam memberikan kemudahan untuk menikah, berikut riwayat tentang Sa’id b. Musayyab seorang tabi’in terkemuka di Madinah yang menolak lamaran putra khalifah Abdul Malik ibn Marwan (65 – 86 H), lalu justru menikahkannya dengan seorang duda miskin bernama Abu Wada’ah.

“Abu Wada’ah bercerita kepadaku (tetangganya) , ia menuturkan, “Aku –sebagaimana yang kamu tahu- selalu berada di masjid Rasulullah SAW untuk menuntut ilmu. Aku senantiasa berada di halaqoh Said ibn al-Musayyib, dan aku ikut berdesak-desakan bersama manusia…(Kemudian) dalam beberapa hari aku menghilang dari halaqoh syaikh sehingga ia mencari-cariku dan menyangka aku sakit atau ada sesuatu yang menimpaku…Ia bertanya tentang aku kepada orang-orang di sekelilingnya, namun tidak ada berita yang ia dapatkan dari mereka. Tatkala aku kembali kepadanya setelah beberapa hari, ia menyalamiku dan mengucapkan selamat datang. Ia bertanya, “Dimanakah kamu wahai Abu Wada’ah?” Baca lebih lanjut

Mudik: Peluang Bertemu Jodoh

Lagi musim mudik euy! Kesempatan neh, saya coba bikin postingan tentang hubungan mudik dengan peluang jodoh. Wahhh.. emang ada hubungannya tho? Ada bro, simak dan geber  aja tulisan ini sampe abis! Mudah-mudah ketemu hubungannya… (wah, rada maksa neh! Hehe)

Tulisan ini gak maksain koq, mudik dan peluang jodoh itu memiliki hubungan yang erat. Saya katakan begitu, bukan tanpa dasar. Baik secara dalil syar’i ataupun realita, sepertinya mudik dan peluang jodoh ada kaitannya. Baca lebih lanjut

Menjauhi Zina

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” ( QS. Al Isra’: 32 ).

Ayat ini mengharamkan mendekati zina, larangan untuk melakukan zina jelas lebih keras lagi. Zina disebut sebagai “fâhisyah” yakni perbuatan keji atau kotor yang sudah mencapai tingkat yang tinggi dan diakui kekejiannya oleh setiap orang yang berakal, bahkan oleh sebagian banyak binatang, sebagaimana riwayat ‘Amru bin Maimun r. a ia berkata:

رَأَيْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ قِرْدَةً اجْتَمَعَ عَلَيْهَا قِرَدَةٌ قَدْ زَنَتْ فَرَجَمُوهَا فَرَجَمْتُهَا مَعَهُمْ

“Aku pernah melihat di zaman jahiliyyah seekor monyet sedang dikerumuni oleh monyet-monyet lainnya. Monyet itu telah berzina lalu monyet-monyet lain merajamnya (melempari dengan batu) dan aku ikut merajamnya bersama mereka”. [HR. Bukhari, No. 3560]. Baca lebih lanjut

Tak Cantik, Tak Ada yang Melirik?

“Kecewa… Saat main bersama, temanku lebih banyak diingini pria. Sedangkan aku, disapa pun tidak. Sekalinya ngajak bicara, sang pria hanya minta nomor kontak temanku yang dianggap lebih cantik.  Hingga kini, aku masih sendiri… lelaki dambaan hati yang bisa menemani hari-hariku tak kunjung tiba. Wajar, aku wanita biasa… tak cantik dan tak ada yang istimewa. Oh,  Tuhan… betapa malang nasibku. Hati ini tambah gelisah, saat teman-teman satu per satu memasuki dunia barunya… sedangkan aku masih seperti dulu. Desakan keluarga dan lingkungan yang menginginkan aku segera menikah, telah menambah beban hidupku. Tolonglah aku ya Allah…” Baca lebih lanjut

ikhwan Bercincin Besi (bagian 2)

Kawan-kawan memberi info tentang seorang akhwat. Mereka menjulukinya akhwat C4. Sesuai julukannya, ia bisa meledakkan jantung seseorang sampai berdetak kencang hingga melelehkan mata pria yang memandangnya. C4 itu bukan bahan peledak seperti yang kita kenal, namun C4 singkatan dari CANTIK luar dalam, CUEK, CALM and CONFIDENT. Tidak tahu siapa yang pertama kali memberi julukan.

Yang jelas, akhwat itu dikagumi banyak lelaki karena C4-nya. Tapi, pria-pria tidak ada yang berani kurang ajar. Busana muslimah yang dikenakannya membuat orang segan. Ditambah, C4 tidak pernah menanggapi dan memberi harapan pria yang jatuh hati padanya. Hati C4 seolah tertutup rapat dari rayuan gombal para lelaki. Dia adalah seorang mahasiswi Fakultas MIPA semester akhir di sebuah Perguruan Tinggi Negeri. Dengar-dengar, C4 sudah siap menikah dan sedang menanti lelaki melamarnya.

Gayung bersambut… sang ikhwan menanggapinya dengan antusias. “Mungkin saja Allah mengirimkan dia untuk menemani hidupku, membasahi kegersangan hatiku, serta penyejuk duniaku. Tidak ada yang tahu sebelum aku mencobanya”, sang ikhwan berkata dalam hati dengan penuh harap.

Cukup bernyali, ikhwan miskin ini memimpikan seorang bidadari yang cantik, kaya dan banyak pengagumnya. Sedangkan sang ikhwan hanyalah seorang pengembara penuh derita… yang tak cukup harta bahkan kadang terancam nyawa. Tak ada cewek-cewek yang meliriknya. Namun, mental penakluk dunia telah menancap kuat sejak kepergian orang tua. Tak ada yang ditakutinya kecuali Allah. Semua manusia sama derajatnya, baik miskin atau kaya, baik cantik ataupun buruk rupa. Yang membedakan dan memuliakan manusia hanyalah ketakwaannya. Ternyata itu yang membuat nyalinya bak singa di gurun sahara.

Proses ta’aruf pun dijalani dengan perantara guru ngaji sang ikhwan, Ustadz Hanif.

C4 melihat biodata lelaki yang akan meminangnya. “Baru lulus kuliah, belum dapat pekerjaan. Tapi, sepertinya ikhwan ini komitmen dan ia pasti bertanggung jawab menafkahi keluarga. Dialah yang paling berani diantara lelaki yang mencoba meminangku”, C4 termenung sendiri dalam hati. Secara tak sadar, ia telah mengagumi sang ikhwan.

“Apakah ukhti menerima pinangan ini?” Pertanyaan Ust. Hanif secara tiba-tiba mengejutkan C4 yang sedang bergumam sendiri.

Rona wajah C4 terlihat memerah… begitu natural tampak kecantikannya. Terlihat salting, C4 kemudian hanya tersenyum tersipu malu dan sedikit menganggukkan kepala.

Melihat kode jawaban C4, Sang Ikhwan langsung memeluk Ust. Hanif. Ia tak bisa memendam rasa bahagia itu. “Alhamdulillah, Allah mulai tunjukkan siapa jodoh saya”, sang ikhwan mengucap syukur. Sungguh tak disangka pinangannya akan diterima.

Keakraban telah tampak antara Sang ikhwan dan keluarga C4. Rencana pernikahan mulai dibicarakan. Orang tua C4 meminta 6 bulan untuk persiapan nikah sekaligus memberikan kesempatan C4 menyelesaikan skripsinya.

Sebelum pernikahan, keluarga C4 harus mengunjungi keluarga sang ikhwan.

Hari kunjungan tersebut telah ditentukan. Memang, saat pinangan, keluarga C4 tidak terlalu banyak bertanya kondisi ekonomi sang ikhwan. Sang ikhwan pun tidak banyak cerita hal itu, akibat terlena dan terlalu bahagia. Sepertinya mereka sudah percaya sepenuhnya, karena sang ikhwan seorang sarjana.

Sang ikhwan tak punya rumah. Ia jadikan rumah kakaknya sebagai tempat kunjungan keluarga C4. Rumah sempit dan banyak penghuninya.

Dengan menggunakan Mobil Kijang Inova, tibalah keluarga C4 di rumah keluarga Sang ikhwan.

Sang ikhwan mulai tak enak hati. Keluarga C4 enggan turun dari mobil untuk memasuki rumah. Hampir setengah jam mereka terdiam dalam mobil. C4 akhirnya mendesak ortu dan rombongan untuk turun menemui keluarga sang ikhwan. Di dalam rumah, ortu C4 tampak dingin, tidak bersikap seperti biasanya.

Ketika memasuki rumah sempit itu, Sang ikhwan mulai menangkap kekecewaan di raut wajah orang tua C4. Dengan basa-basi Ayah C4 berucap kepada kakak sang ikhwan, “pinangan ini belum tentu jadi ya, ini ‘kan baru proses pengenalan”.

Deg. Deg. Deg. Denyut jantung sang ikhwan terhentak oleh ucapan Ayah C4. Ia tak bisa berkata sepatah pun… Ia hanya ingat ortu C4 akan menikahkan dengan putrinya pada tanggal yang telah ditentukan.

“Mengapa meraka berubah? Apa karena kini aku tampak fakir di hadapan mereka? Tapi sudahlah, saya tidak boleh berburuk sangka”, sang ikhwan berusaha menenangkan diri.

Tiga hari setelah kunjungan keluaga C4, usai shalat subuh tiba-tiba terdengar nada pesan. Rupanya sms dari C4 untuk Sang ikhwan, isinya:

“Akhi, jka saya memilih satu diantara dua pilihan, yaitu nikah atau meneruskan kuliah.. kemudian saya putuskan untuk memilih melanjutkan kuliah S2, bagaimana menurut akhi? Ini sudah keputusan keluarga”.

SMS itu semakin menguatkan firasat sang ikhwan… Ia menyadari keluarga C4 tidak menyukainya setelah hari kunjungan kemarin. Sms ini adalah penolakan pinangan secara halus.

Sang ikhwan kemudian membalas sms-nya:
“Demi Allah yang dapat menentukan segala hal, sesungguhnya Allah telah menggariskan jodoh seseorang. Jika engkau bukan jodohku, ini adalah ketetapanNya. Jika karena kemiskinanku, aku dihinakan, ini juga keputusanNya. Allah telah menguji keimananku. Inilah takdir yang Allah berikan. Allah mengetahui mana yang terbaik. Boleh jadi aku menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagiku. Boleh jadi aku membenci sesuatu padahal ia amat baik bagiku. Allah mengetahui, sedang aku tidak mengetahui. Mohon maaf jika ada kesalahan selama kita ta’aruf. Semoga Allah berikan jodoh yang terbaik untukmu. Wassalam.”

Tiga bulan kemudian, C4 resmi menikah dengan lelaki lain. Studi S2 yang menjadi alasan batalnya pinangan, hanyalah alibi. Itu hanya rencana untuk membatalkan pinangan.

Sang ikhwan hanya berpasrah diri terhadap ujian yang menimpanya. Luka lama ditinggal kedua orang tua seolah menganga kembali. Kini ia merasa dihinakan karena kemiskinannya oleh orang yang ia cintai. Trauma menghinggapi jiwanya. Tak ada lagi impian tentang cinta. Bersambung ke bagian 3…. (Ken Ahmad)

Ikhwan Bercincin Besi (Bagian 1)

Dorongan ekonomi membawa bunda pergi ke negeri orang. Menyusul Ayahanda yang telah dulu menjadi TKI (Tenaga Kerja Ilegal… Ilegal menurutku, karena hal itu tak pernah diizinkan keluarga.. anak-anak terlantar karenanya)

Alih-alih bertemu ayah, ibunda malah terdampar. Hingga terdengar kabar ibunda meninggal karena kekurangan oksigen di kamar pembantu, di sebuah rumah elit, di Negara Saudi Arabia. Ibunda meninggal dalam kondisi tak wajar. Tak ada jasad. Tak ada wajah yang bisa dilihat sang bocah untuk terakhir kali. Yang diterima hanya kabar ibunda telah disemayamkan. Entah dimana…

Sebulan kemudian… ayahanda yang tak pernah bertemu bunda di negeri orang pun pulang. Hati sang bocah berumur 6 tahun ini sangat senang. Ia ingin bertemu ayah yang selama ini tak pernah terlihat. Ia ingin meraba, menyentuh dan bermanjaan dengan sang ayah.

Begitu besar kerinduannya, hingga ia salah mengenal orang. Orang yang datang ke rumah dikira ayah… Sang bocah menarik-narik tangan sang tamu dan berkata, “Ayah, ayah lama sekali meninggalkan aku… aku pengen digendong ayah”.

Sang bocah telanjang yang hanya mengenakan celana pendek itu pun langsung menaiki punggung orang yang ia kira ayahnya dengan riang… Menyaksikan hal itu, sang tamu langsung menitikkan air mata… sambil memindahkan posisi bocah yang digendongnya ke arah depan, ia pun memeluk erat sang bocah. Namun, ia tak sanggup berkata-kata, apalagi untuk menyampaikan kepada sang bocah bahwa ayahnya di RS tak berdaya karena sakit liver stadium IV.

Tak berapa lama.. sang bocah tahu ayah meninggal di sebuah RS di Jakarta. Bagai sehidup semati, kepergian ibunda disusul ayahanda hanya dalam waktu sebulan…

***

Sejak ditinggal kedua orang tua 20 tahun silam, hidupnya terasa gersang. Tak ada lagi tetesan kasih membasahi jiwanya yang mengering. Tak ada topangan motivasi di saat-saat hidup terasa sulit. Tiada penadah saat raganya rapuh dan hendak terjatuh…

Hidupnya bagai di alam liar. Mencoba bertahan di tengah belantara kehidupan yang kejam. Masyarakat tampak acuh dan langka uluran tangan. Namun Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, selalu menyelamatkannya di saat-saat terdesak. Buktinya, selama ini ia berhasil tumbuh walau miskin dan penuh kesederhanaan.

Ia meyakini bahwa Allah yang selalu mengawasi dan memberikan rizki selama ajal belum menjemputnya. Sebagaimana sebuah hadist mengatakan, “…Karena sesungguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya….”(HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

Alhamdulillah, sang bocah telah tumbuh dewasa. Segala bentuk kesulitan dan penderitaan telah menghantarkannya pada majelis-majelis. Ia selalu mencari jawaban atas segala kesulitan yang dialaminya melalui pengajian-pengajian. Dan, kini ia telah jadi seorang ikhwan.

Namun, kehausan kasih yang selama ini terpendam tetap saja tak bisa hilang dengan pengajian. Kesunyian kerap kali menghampirinya… Sang ikhwan merindukan kasih yang tak pernah ia dapatkan. Sudah menjadi fitrah manusia ingin dikasih dan mengasihi, ingin dicinta dan mencintai.

Setiap kali ia membutuhkan cinta, ia hanya bersimpuh dan bercengkrama dengan Allah di keheningan malam. Namun, tetap saja itu tak cukup. Masih ada keresahan yang mengganjal. Hingga ia menyadari bahwa ia membutuhkan cinta Allah dalam bentuk lain. Yaitu, cinta dari sejenisnya yang telah Allah ciptakan agar manusia bisa merasa tentram. (Bersambung. ke bagian 2.) (Ken Ahmad)

Pemuja Cinta

Ketika hasrat membuncah
Ku kejar fatamorgana itu hingga lelah
Satu per satu ku pilih pilah…
Tak satu pun membawa berkah

Aku ini petualang
Dalam pengembaraannya terbuang
Hingga aku hampir dilelang
Benar benar malang…

Pemuja cinta hanya cerita
Tak ada dalam kisah nyata
Yang nyata hanya nafsu durjana
Terbuanglah yang tak sesuai selera

Cinta manusia tak ada yg Abadi
Hanya cintaMu yang kekal ya ilahi Robbi

Wahai Zat Pencipta Rasa
Aku lemah dan tak berdaya
Terkungkung oleh gejolak cinta

Kirimkan aku cintaMu
Utuslah seseorang untuk jadi kekasihku
Untuk mengarungi bahtera hingga sampai di surgaMu
Kali ini, itulah Pintaku……

Semoga

::KEN AHMAD, DI MASA PERJUANGAN::

Cantik…Oh, Cantik

Jika seorang lelaki memiliki istri yang cantik, biasanya timbul perasaan ujub dan sombong. Kemana-mana ketika jalan berdua, ia akan merasa bangga seraya membusungkan dada. Lelaki itu akan berkata dalam hatinya, “Woi lihat donk nih, istri gue cakep bener, berarti gue bukan orang sembarangan karena dapetin istri cantik.” Kemudian ia akan melirik-lirik memperhatikan siapa saja yang memperhatikan istrinya. Semakin membusunglah dadanya ketika sang istri banyak diperhatikan dengan decak kagum oleh orang lain.

Bagaikan boneka cantik, kemana pun ia pergi, sang istri akan dibawa, dijinjing dan ditimang-timang. Dengan percaya diri tinggi dan rasa bangga yang memuncak, ia akan tunjukkan ke rekan-rekannya dalam setiap pertemuan atau pesta. Kalau mau kondangan istri seolah seperti kado atau angpau yang tidak boleh ketinggalan. Seakan-akan ketika itu ia berkata, “ini lho istriku, cantik ‘kan? Siapa dulu donk suaminya? Kalau cari istri kaya begini donk, kelas atas!”

Ia tak tahu bahwa istri cantik adalah cobaan berat. Lebih-lebih jika wajah suami pas-pasan. Sang istri pasti selalu mendapat bisikan setan, “saya kan cantik, saya bisa mendapatkan lelaki tampan dan kaya. Koq, saya malah punya suami jelek dan tidak bisa memenuhi segala keinginanku secara materi.” Akan terlintas rasa penyelasalan… Akhirnya, sang istri akan melayani suami dengan setengah hati.. seenaknya aja… Malahan, sang suami yang sering disuruh-suruh dan diperbudak oleh istrinya. Permintaan cerai tak mustahil terlontar dari si cantik.

Dari hasil penelitian University of California, perempuan yang merasa dirinya cantik dan menarik dilaporkan lebih gampang marah. Peneliti menduga, perempuan tipe seperti itu terlalu berharap lebih sehingga ketika harapannya tidak terpenuhi mereka akan marah (detikhealth, 1/03/2010).

Coba renungkan perkataan Rasulullah ini, “Janganlah kalian menikahi wanita hanya karena kecantikannya semata (semata), boleh jadi kecantikannya itu akan membawa kehancuran” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw bersabda, “Jauhi oleh kalian rumput hijau yang berada di tempat yang kotor. ‘Mereka bertanya, ‘Apa yang dimaksud rumput hijau yang berada di tempat yang kotor itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Yaitu wanita yang sangat cantik yang tumbuh (berkembang) di tempat yang tidak baik.” (HR ad-Daruquthni, Askari dan Ibnu Adi). Wallahu a’lam (Ken Ahmad)

Cowok Matre !

Siapa yang gak mau, ketika berkeluarga, kita gak terlalu repot mencari materi. Sang istri anak saudagar kaya, warisan di mana-mana. Udah gitu, anak tunggal pula. Gak akan kemana-mana dach tuh harta. Jika ketemu kawan, ia akan dipuja-puja, “loe beruntung, enak dapet istri orang kaya, loe tinggal nikmati dan gak perlu kerja keras.”

Sepintas, tampak manis dan bahagia. Namun, apa yang terjadi di rumah tangganya? Jika kecenderungan suami terhadap harta istri sangat tinggi, bahkan segala-galanya, bersiaplah menjadi budak dalam rumah tangga. Kewibawaan sebagai pemimpin yang telah Allah sematkan kepada seorang suami akan sirna. Suami akan “kalah” dan tidak bisa memimpin istri. Istri akan cenderung memperbudak suami.

Maka, luruskan niat saat hendak menikah. Menikahlah untuk meraih ridho Allah. Maka pilihlah yang baik agamanya. Jika ia kaya, itu bukan yang utama. Jangan terlalu berharap karena tanggung jawab menafkahi tetap di tangan suami. Pandanglah kekayaannya sebagai hal biasa, sehingga hal itu tidak mempengaruhi sikap seorang lelaki membimbing dan menegakkan kebenaran di tengah-tengah keluarga.

Cantik, kaya, tidak dilarang untuk dinikahi, tetapi kita harus meluruskan niat bahwa menikahinya bukan karena hal itu. Nikahilah karena kepribadiannya (mobil pribadi, rumah pribadi…serba pribadi… lho koq ngaco!.. hehe). Atau, kata orang nikahilah karena kewibawaannya (wi… bawa mobil, wi…. bawa motor, wi bawa uang, hahaha). Udah ya, jangan kelamaan ngocolnya. Lebih baik simak sabda Rasulullah berikut:

“Barang siapa yang menikahi seorang wanita hanya karena hartanya semata, niscaya Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain kefakiran (kemiskinan)…..” (HR Abu Dawud dan Nasa’i). Wallahu a’lam (Ken Ahmad)

Kekasihku…

“Bila waktu telah berakhir teman sejati hanyalah amal…”

“Kekasihku…sesungguhnya aku takkan abadi bersamamu
engkau hanyalah washilah (sarana) bagiku untuk semakin mendekat pada-Nya
Kekasihku…sesungguhnya engkau hanyalah rekanku sementara waktu
selama aku masih diberi kesempatan untuk tinggal di dunia

 


Rekan yang akan mendampingiku dalam menjalankan misi, menggapai keridhoan-Nya dalam setiap aktivitas hidupku…
Rekan yang akan selalu mengingatkanku ketika aku salah…

Rekan yang akan mendampingiku ketika aku resah dan lelah dalam mengemban amanah…
Rekan yang akan membantuku, meringankan bebanku ketika kita harus

melalui jalanan yang berliku…
Rekan yang akan menemaniku dalam membangun peradaban baru…

 


Namun sungguh kau takkan akan abadi bersamaku…
Karena kita akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita masing-masing…

Kau dan Aku… tak selamanya bersatu

Karena itu…

Siapapun kekasihku kelak…kekasih kita kelak…
Kau adalah orang terbaik yang Allah persembahkan bagiku untuk menjalankan misiku”

Kutemukan Belahan Jiwaku…

Rahasia jodoh, rejeki dan kematian adalah mutlak milik Allah Swt, tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengetahuinya kecuali sang Pemilik diri kita. Hal tersebut telah terpatri erat dalam pikiranku sejak lewat dua tahun lalu. Mendorongku untuk terus berikhtiar dan selalu berkhusnudzon kepada Allah Azza wa Jalla tentang kapan saatnya tiba menemukan belahan jiwaku.

Dalam proses pencarian diusiaku yang ketiga-puluh-tiga, beberapa teman dekat mulai dijajaki, ta’aruf pun dilakukan. Dalam proses ta’aruf, salah seorang sempat melontarkan ide tentang pernikahan dan rencana khitbah. Namun herannya, hati ini kok emoh dan tetap tidak tergerak untuk memberikan jawaban pasti. Hey, what’s going on with me? Bukankah aku sedang dikejar usia yang terus merambat menua? Bukankah aku sedang dalam proses pencarian belahan jiwa? Bahkan seorang sahabat sempat berkomentar miring tentang keengganan aku memberikan respon kepada salah satu dari mereka. Si sahabat mengatakan bahwa aku adalah type ‘pemilih’ yang lebih suka jodoh yang tampan, kaya raya dan baik hati, dan lainnya yang serba super dan wah. Tapi, aku gelengkan kepalaku ke arahnya karena kriteria seorang calon suami bagiku adalah si dia seorang muslim sejati yang mempunyai visi yang sama untuk membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Tapi lucunya, kalau diminta untuk mengejewantahkan ke dalam diri seseorang, jujur saja aku tidak tahu.

Again, jodoh sesungguhnya sebuah rahasia yang mutlak milik Allah Swt. Proses pertemuanku dengan sang suami pun bak cerita dongeng. Jangankan sahabat atau rekan kantor, pun jika kami kembali me-rewind proses pertemuan kami, wuih … unbelievable! but it happened! Subhanallah…

Suamiku adalah sosok yang biasa dan sangat sederhana, namun justru kesederhanaan dan keterbiasaannya itulah yang memikat hati ini. Dan, alhamdulillaah hampir mendekati kriteria seorang suami yang aku dambakan. Di beberapa malam kebersamaan kami, suami sering menanyakan kepadaku tentang satu hal, “apakah bunda bahagia menikah dengan aku?” aku pun menjawab dengan jeda waktu sedikit lama, “ya, bunda bahagia, ayah”. Masya Allah, seandainya suamiku tahu, besarnya rasa bahagia yang ada di dada ini lebih dari yang dia tahu. Besarnya rasa syukur ini memiliki dia cukup menggetarkan segenap hati sampai aku perlu jeda waktu untuk menjawab pertanyaannya. Hanya, aku masih belum mampu mengungkapkan secara verbal. Allah yang Maha Mengetahui segala getaran cinta yang ada di hati bunda, Allah yang Maha Mengetahui segala rasa sayang yang ada di jiwa bunda. Karena, atas nama Allah bunda mencintai ayah.

Pertama kali aku melihat suamiku adalah ketika acara ta’lim kantor kami di luar kota. Kami berdua belum mengenal satu sama lain. Hanya kesederhanaan dan wajah teduhnya sempat mampir di dalam pikiranku. Beberapa hari kemudian, aku terlibat diskusi di forum ta’lim yang difasilitasi oleh kantor kami. Di sinilah aku merasakan kuasa Allah yang sangat besar. Rupanya teman diskusi itu adalah si empunya wajah teduh tersebut. Ini aku ketahui ketika kami janjian bertemu di suatu majelis ta’lim di salah satu masjid di Jakarta. Sempat juga aku kaget ketika menemui wajah yang tidak asing itu. Setelah acara ta’lim selesai, kami sempat mengobrol selama kurang dari satu jam dan kami pun pulang ke rumah masing-masing. Tidak ada yang special pada saat itu, at all.

Namun beberapa hari kemudian, entah kenapa wajah teduh itu mulai hadir di pikiranku kembali. Ternyata hal yang sama pun terjadi di pihak sana. Kami pun sepakat untuk melakukan ostikharah. Subhanallaah, tidak ada kebimbangan sama sekali dalam hati kami berdua untuk menyegerakan hubungan ini ke dalam pernikahan. Satu minggu setelah pertemuan kami di masjid, sang calon suami pun melamarku lewat telepon. Pun tanpa ada keraguan aku menjawab YA, ketika dia mengatakan akan membawa keluarganya untuk meng-khitbah ahad yang akan datang.

Pernikahan kami terlaksana justru bersamaan dengan rencana khitbah itu sendiri. Proses yang terjadi adalah keajaiban buat kami berdua dan semua adalah kuasa Allah yang ditunjukkan kepada kami. Kami rasakan ‘tangan’ Allah benar-benar turun menolong memudahkan segala urusan. Hari H yang semestinya adalah pertemuan antar dua keluarga dalam acara khitbah, justru dilakukan bersamaan dengan akad nikah. Sujud syukur kami berdua, karena semua acara berjalan begitu lancar, dari mulai dukungan seluruh keluarga, urusan penghulu dan pengurusan surat-surat ke KUA, hanya dilakukan dalam waktu 1 hari 1 malam!!. Maha Suci Allah, hal tersebut semakin menguatkan hati kami, bahwa pernikahan ini adalah rencana terbaik dari Allah Swt dan Dia-lah Pemersatu bagi perjanjian suci kami ini. Dalam isak tangis kebahagiaan kami atas segala kemudahan yang diberikan-Nya, tak pernah putus kami bersyukur akan nikmat-Nya. Insya Allah, pernikahan kami merupakan hijrahnya kami menuju kehidupan yang lebih baik dengan mengharap ridho Allah, karena tanggal pernikahan kami selisih satu hari setelah hari Isra mi’raj.

Akhirnya setelah sekian lama aku mengembara mencari pasangan hidup ternyata jodohku tidak pernah jauh dari pelupuk mata. Suamiku adalah teman satu kantor yang justru tidak pernah aku kenal kecuali dua minggu sebelum pernikahan kami. Inilah rahasia Allah Swt yang tidak pernah dapat kita ketahui kecuali dengan berkhusbudzon kepada-Nya. Percayalah, bahwa Allah Swt adalah sebaik-sebaik Pembuat keputusan. Serahkanlah segala urusan hanya kepada Allah semata. Jika sekarang para akhwat yang sudah di atas usia kepala tiga merasa khawatir karena belum mendapatkan pasangan/jodoh, percayalah selalu akan janji Allah di dalam firman-Nya:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (ar-Ruum:21)

Jangankan manusia, hewan dan buah-buahan pun diciptakan Allah perpasangan. Ber-khusnudzon selalu kepada-Nya bahwa, entah esok, lusa, satu bulan, satu tahun atau bahkan mungkin sepuluh tahun nanti, dengan ijin Allah, jodoh kalian pasti akan datang. Pasangan jiwa yang terbaik yang dijanjikan dan dipersatukan-Nya dalam perjanjian suci yang disebut pernikahan. Wallahu’alam bishshowab. (bunda)
___________________
sumber : eramuslim.com

Hati-Hati dengan Ikhwan Genit (Mengajak Ta’aruf Gak Jelas)

Cerita yang menarik untuk disimak, mudah-mudahan banyak pelajaran yang bisa diambil…

Hai cewek, ups! Oh Assalamu’alaikum ukh, salam ukhuwah!

Haha saya hanya niru apa yang biasa ikhwan yang ucapkan kepada ukhti. Hmm untuk nyebutnya kadang saya gak bener maklumlah bahasa Arab saya kan ga pernah belajar, baca Iqro aja plentat-plentot, tapi yang penting keliatan kalo saya ikhwan deh.

Kenapa kalian bisa begitu mempesona dibalik pakaian besar kalian? Saya ga pernah bisa ngerti itu, padahal enak ‘kan kalo saya liat cewek baju ketat with short pant uhuuuyyy … apalagi bodi dan mukanya lumayan, yah paling enggak bisa dibanggain kalo diajak jalan. Tapi melihat kalian dengan pakaian besar kalian membuat saya tertarik

Sangat tertarik… kenapa tubuhmu tertutup rapat? Apakah dibalik itu semua tubuhmu kudisan? Haha… saya rasa gak, muka kalian begitu bersih dan kalian sepertinya gak mudah untuk ditaklukkan,

Bener juga kalian begitu susah ditaklukkan. Kenapa bisa sih?Gak mungkin gara-gara jubah gede yang kalian pake kan?

Kau tahu, untuk mendapatkan wanita kebanyakan di luar sana begitu mudahnya. Saya ajak makan bareng udah bisa cium pipi, saya ajak nonton minimal dapet kissing. Kalo udah beli coklat dan bunga berarti saya boleh petting, haha…. Gak perlu diceritakan ke lanjutannya. Yang pasti, kalo udah bosen tinggal selingkuh aja, ketahuan juga bodo, tinggal cari lagi.

Hei manis, tahukah sealim apapun kalian, saya udah tau kelemahan wanita, karena kalo saya ga tau kelemahan kalian, pasti begitu susah mendekati kalian. Hmm… kenapa ya, saya ajak kenalan lu langsung nolak? Minta nomor telepon apalagi? Hadoh susah juga nih, walaupun saya dapet nomor telepon lu, lu juga ga mau bales ataupun angkat telepon saya.

Tapi saya tau, seperti yang kalian bilang di mana ada niat pasti Allah kasih jalan. Dan, saya udah niat harus bisa menaklukkan kalian . Dan aha! Ternyata begini cara menaklukkan kalian. Ternyata kalian disebut akhwat dan yang cowoknya disebut ikhwan, walaupun lidah saya ga biasa ngucapinnya.

Mulailah saya menelusuri apa itu ikhwan? Hmm… orang yang kerjaannya ngaji, sering mengutip kalimat-kalimat Tuhan, dan.. yah kalo punya jenggot tipis juga gapapa, hoho.. itu mudah saya lakukan, lalu apalagi? hmm… cara ngomongnya lain, kalo ngobrol ama lawan jenis nunduk (apa cari duit jatoh?), entahlah, yang penting saya ikut dulu.

Dalam waktu dua minggu berubahlah saya seperti ikhwan, plus facebook dan blog saya terlihat islami, dan mulailah saya mencoba mendekati kalian. Ingatkah pertama kali kita kenalan? Saya ucapkan hadist sebagai ukhuwah kita, dengan manis saya bilang “Salam ukhuwah yaa ukhti” , dan kau balas gitu juga.
Mulailah jerat itu saya pasang, kau berani kasih nomor telepon ke saya, dengan itu saya bisa sms kau dini hari untuk sholat tahajud. Padahal saya ga sholat dan kebetulan ada petandingan sepakbola, haha… Sambil nyelam nyari ikan, kan saya kucing air! Hmm… memang susah juga menaklukkan kau, saya harus berkorban banyak nih.

Mulailah saya menelpon buat berdiskusi dan tukar pikiran , tentu aja saya juga stanby di internet biar saya bisa cari jawabannya di internet. Oh saya baru tahu ada namanya kegiatan keagamaan di kampus, ya udah saya juga ikut deh dan duduk deket tirai pembatas, siapa tau kebetulan kau bisa liat saya ada.

Pulang ngaji saya coba ajak pulang bareng naik motor, dengan alesan udah malem gag baek kalo pulang sendiri, haha… kau mau, Yes ! Haha.. ternyata ga terlalu sulit untuk dekat dengan kau, hanya cukup memasang topeng yang kau suka dan kau akan luluh, tinggal saya serang kelemahan setiap wanita yaitu kupingnya.

Walaupun banyak kata-kata yang ga ngerti, tapi saya yakin ini bentuk rayuan maut buat kau, hehe… emang aneh sih sms padahal gag ada kata-kata yang ngerayu misal INU IMU ILU atau sebagainya tapi Cuma kutipan hadist ama Qur’an plus kata-kata bijak dan penyemangat, tapi kenapa bisa bikin kalian luluh? Dasar wanita!

Tahukah kau, saat kau memakai kaus kaki yang terlalu pendek atau bahkan ga sama sekali, terlihatlah betis mu yang indah itu disaat mengendarai motor dan berhenti, padahal saya sering lihat betis bahkan paha wanita tapi kenapa lihat yang ini berbeda? Mungkin gara-g ara kau umpetin terus.

Saat kau memakai tas ransel , tanpa kau sadari talinya membuat bentuk tubuhmu terlihat, serrrr….slerp hajar bleh! Apalagi kalau ga pake gamis sadar atau enggak bagian pinggang dan pinggul itu ketat karena roknya…hmmm, Yummy! Kata Chio “kapan lagi liat barang mahal di obral” mantap deh hahaha…ga ngeh kan?

Ga itu aja kok, kalo saya liat lu pake jubah terus pasti saya tegor “Ukh, kok pake jubah terus? serasa ngeliat ibu-ibu majelis taklim, padahal kamu cantik banget, tapi ketutup sama jubah ibu2.. Kamu pasti kaya bidadari kalo pake pakaian yg lebih modis.” Dan mulailah dengan instingmu yang pandai berdandan kau akan menggunakan pakaian modis dan sedikit demi sedikit meninggalkan pakaian syar’i kamu.. Pengen terliaht cerah, cerah,dan modis di hadapan saya, haha… lumayan pemandangan bagus untuk saya nikmatin.

Apalagi kalau kalian udah berani pajang muka di internet, hahaha… biasanya lebih mudah dibujuk tuh hehehe… Tapi, gak seru dengan yang itu, saya mau inc er yang bener-bener tertutup , pasti lebih tertantang, kapan lagi sih saya bisa menaklukan cewek eh akhwat kek gitu? Suatu prestasi tersendiri dan naikin derajat sayalah .

Sial, kenapa ga ada pacaran islami. Mau ngajak pacaran lu selalu di masjid gitu kalo gak lagi masiroh (demo) di jalanan. Tapi, saya ga nyerah kok, kenapa saya ga coba ta’aruf aja dulu, yah khitbah juga jadi deh, dengan alasan ntar aja saya nikahin kalo udah lulus kuliah dan udah dapet kerja mapan plus kendaraan dan rumah sendiri.

Biarin lama, yang penting saya kek janji dulu, dengan gitu saya bisa tuker biodata, bisa sms-an, teleponan, bahkan chatting pake webcam malem-malem haha… ternyata kau tetap wanita yang mempunyai hati yang lemah, sehingga mudah luluh dengan apapun, ahh… Dan saya bisa melakukan rayuan maut lebih dari sekarang, dan saya yakin bisa!

Saya tau setebal apapun iman kau, h ati kau tetap lemah, dan mudah luluh dan saya akan terus mengintai dari situ, mencari celah untuk masuk dan menaikkan pasaran saya sebagai orang yang pernah pacarin wanita yang terkenal alim, hahaha…

Godaan berat yang seringkali menjadi pintu masuk setan dalam menyesatkan manusia adalah berupa hasrat terhadap lawan jenis…

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-Araaf:27)

“Janganlah salah seorang diantara kalian be rduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaik annya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)

“Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi).

Allah tidak saja memperingatkan ma nusia untuk menjaga hubungan lelaki dan wanita, Allah juga memerintahkan wanita untuk menjaga izzahnya melalui perintah menutup aurat dan adab berpakaian…

“Wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidl) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya.” [HR. Abu Dawud].

“Hendaklah mereka menutupkan ka in kerudung (khimar) ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Qs. an-Nuur [24]: 31).

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya.” (Qs. al-Ahzab [33]: 59).

“Rasulullah Saw memerintahkan kaum wanita agar keluar rumah menuju shalat Ied, maka Ummu ‘Athiyah berkata, ‘Salah seorang di antara kami tidak memiliki jilbab?’ Maka Rasulullah Saw menjawab: ‘Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbabnya kepadanya!'” [HR Bukhori-Muslim]

Wallahu a’lam (Ken Ahmad)

Efek Putus Cinta Sama Seperti Sakaw pada Pecandu Kokain

New York, Ketika sedang put us cinta, perasaan dan suasana hati menjadi sulit untuk dikontrol. Di otak, efek semacam ini ternyata sama seperti yang dialami pecandu kokain saat sedang sakaw.

Sebagian orang menganggap perasaan itu sangat menyakitkan, bahkan bisa memicu berbagai gangguan kejiwaan antara lain depresi. Perilaku yang menyertainya kadang cukup serius, misalnya bunuh diri atau melakukan tindakan kriminal yang membahayakan orang lain.

“Ini menunjukkan bahw a rasa cinta yang begitu mendalam dapat memicu adiksi atau ketergantungan seperti halnya kokain,” ungkap Arthur Aron, profesor psikologi sosial dan kesehatan dari Stony Brooke University, dikutip dari NYdailynews (detikhealth.com, 26/7/2010).

Kata pujangga, cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan ke marahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta. (Jalaluddin Rumi).

Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.

Oleh karena itu wahai sahabat… Janganlah berputus asa terhadap rahmat dan kasih sayang Allah di kala semua cinta semu di dunia ini telah menjau h. Engkau sama sekali tak kehilangan apapun ketika itu, kecuali engkau berpaling dari Allah. Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan dan rintangan dalam hidup ini.

Begitu pula saat jodoh tak datang jua. Usaha penjemputannya selalu tersia-sia… Dunia tampak sempit dan muram. Kehidupan terasa tak ramah dan ingin berlari menjauhinya. Betapa menderita sehari-hari terhimpit dalam kesedihan.

Bagi mereka saya ingin katakan bahwa semuanya sudah diatur oleh Allah. Rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah. Karena itu pula kita pun jangan berlaku pasrah dan dan menyerah serta beranggapan semua kekalahan dalam hidup ini Allah yang atur.

Saya pun ingin mengatakan bahwa kita tak pernah tahu apa yang ditetapkan Allah untuk kita. Jangan berfikir tentang msiteri itu, karena sehebat apapun mahkluk- mahkluk Al lah untuk membuka tabirnya tak akan menghasilkan apa-apa selain angan-angan dan keterpurukan.

Wahai sahabat, lakukanlah apa yang bisa kau lakukan, apa yang kau kuasai dan apa-apa yang engkau bisa mengubahnya. Carilah cinta sejati dengan petunjuk Allah, dan jangan kau mencari jalan pintas. Redanya dahaga cinta yg kau peroleh dengan cara mengkhianati Allah sesungguhnya hanya akan menambah haus dan hampa.

Untuk hal-hal yang tidak engkau kuasai, dan hal-hal yang tidak bisa engkau mengubahnya, jangan engkau gila karenanya. Sesungguhnya Allah hanya melihat dan menilai usaha dan proses yang sahabat semua lakukan. Allah tidak melihat hasil dari semua kerjamu. Sesungguhnya tertolaknya engkau dari pujaan hatimu takan membuatmu berdosa. Sesungguhnya jeleknya wajahmu, hitamnya kulitmu, peseknya hidungmu, miskinnya hartamu, dan hal-hal yang tak bisa engkau mengubahnya, yang menyusahkanmu untuk menyudahi masa lajangmu adalah urusan Allah. Engkau tidak akan dihisab dan dimintai pertanggungjawaban karenanya. Jangan kau bersedih karena hal itu. Allah mengujimu sebagai tanda kasih-Nya.

Maka dari itu, pasti ada hikmah besar yang Allah berikan. Tetaplah engkau ada di jalan Allah di saat semua hidup terasa sulit. Raihlah cintaNya, cinta sejati yang tiada bertepi… Jika Allah menghendaki, seluruh isi dunia akan melayani… Subhallah wa alhamdulillah, wa laa ilaha illallahu Allahu Akbar… Wa laa haula wa laa quwwata illaa billah…. Wallahu’lam (Ken Ahmad)

 

Istikharah Cinta

istikharah jodohYa Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang terbaik kepada Engkau dengan ilmu yang ada pada-Mu, dan aku memohon kekuasaanMu untuk menyelesaikan urusanku dengan kodratMu

Dan aku memohon kepadaMu sebagaian karuniaMu yang agung, karena sesungguhnya engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Maha Tahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib.
Ya Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa fulan/fulanah lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta lebih baik pula akibatnya di dunia dan akhirat, maka takdirkanlah dan mudahkanlah fulan/fulanah bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan jodoh ini.

Dan sekiranya Engkau tahu bahwa fulan/fulanah lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta lebih buruk pula akibatnya di dunia dan akhirat, maka jauhkanlah fulan/fulanah dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

jangan pernah berputus asa untuk senantiasa berharap dan berdoa minta jodoh.