Jodoh, Antara Gelisah dan Surga

puisi jodohResah dan gelisah terpendam di sanubari

Mencari jodoh gelap penuh misteri

Pedihnya hati dihujam rasa sepi terpancar dari kesendirian ini

Semakin remuk batin saat mereka berkata kapan janur kuning dipasang di sisi jalan

Bukan inginku jodoh yang dinanti tak kunjung datang!

Hampir setiap saat waktu dan tempat kumaki dan kutanya, dimana ia berada?

Tetapi semua tak ada tanda-tanda keindahan, tak ada petunjuk seseorang yang akan kudekap.

 

Sialan!

Waktu semakin berjalan cepat

Diri ini semain tampak tak elok dirayapi detik-detik

Karna keriput, semakin jauh mereka yang bisa kupikat

Semakin tak kuterima, semakin putus asa, semakin tampak seram wajah ini.

 

Semua berujung pada tawakal

Resah terobati, harapan masih ada

Allah melarang putus asa, dan meminta hamba tak berhenti berdoa

Hingga suatu saat keindahan itu niscaya kudapat

Walau bukan dari jodoh, keindaham bisa ku dapat di surga

Memasuki Relung Cinta

Cinta… menggerakkan aku, kami, dia, kamu dan  mereka untuk berbuat kebaikan. Cinta… dapat meluluhkan hati yang keras menjadi lunak, yang tak berperasaan menjadi mudah terharu, yang cuek menjadi simpati dan yang suka mengejek menjadi empati.

Cinta… begitu indah maknamu, begitu segar belaianmu, begitu energik getaranmu. Cinta… kepolosanmu menembus keraguan dan prasangka… menerjang kesombongan.. meruntuhkan keangkuhan. Cinta… menenangkan jiwa, membuat sadar arti kesalahan.

Kuharap benih cinta hadir kembali dalam jiwa ini. Gersang dan angkuhnya jiwa kerap membuat orang terluka, menganggap remeh kebaikan Tuhan dan  mengabaikan keramahan insan. Sangat terasa, angkuh berarti  kehilangan benih cinta. Baca lebih lanjut

Pemuja Cinta

Ketika hasrat membuncah
Ku kejar fatamorgana itu hingga lelah
Satu per satu ku pilih pilah…
Tak satu pun membawa berkah

Aku ini petualang
Dalam pengembaraannya terbuang
Hingga aku hampir dilelang
Benar benar malang…

Pemuja cinta hanya cerita
Tak ada dalam kisah nyata
Yang nyata hanya nafsu durjana
Terbuanglah yang tak sesuai selera

Cinta manusia tak ada yg Abadi
Hanya cintaMu yang kekal ya ilahi Robbi

Wahai Zat Pencipta Rasa
Aku lemah dan tak berdaya
Terkungkung oleh gejolak cinta

Kirimkan aku cintaMu
Utuslah seseorang untuk jadi kekasihku
Untuk mengarungi bahtera hingga sampai di surgaMu
Kali ini, itulah Pintaku……

Semoga

::KEN AHMAD, DI MASA PERJUANGAN::

Kekasihku…

“Bila waktu telah berakhir teman sejati hanyalah amal…”

“Kekasihku…sesungguhnya aku takkan abadi bersamamu
engkau hanyalah washilah (sarana) bagiku untuk semakin mendekat pada-Nya
Kekasihku…sesungguhnya engkau hanyalah rekanku sementara waktu
selama aku masih diberi kesempatan untuk tinggal di dunia

 


Rekan yang akan mendampingiku dalam menjalankan misi, menggapai keridhoan-Nya dalam setiap aktivitas hidupku…
Rekan yang akan selalu mengingatkanku ketika aku salah…

Rekan yang akan mendampingiku ketika aku resah dan lelah dalam mengemban amanah…
Rekan yang akan membantuku, meringankan bebanku ketika kita harus

melalui jalanan yang berliku…
Rekan yang akan menemaniku dalam membangun peradaban baru…

 


Namun sungguh kau takkan akan abadi bersamaku…
Karena kita akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita masing-masing…

Kau dan Aku… tak selamanya bersatu

Karena itu…

Siapapun kekasihku kelak…kekasih kita kelak…
Kau adalah orang terbaik yang Allah persembahkan bagiku untuk menjalankan misiku”