Cinta dan Godaan Setan

cinta dan godaan setanDi sepanjang hidup kita tidak kan pernah lepas dari godaan setan. Apalagi yang sedang mencari jodoh. Mengapa? Karena itu sudah menjadi kesepakatan antara Allah dan iblis sejak manusia pertama kali diciptakan. Allah yang murka karena iblis telah membangkang dan tidak mau melaksanakan perintah-Nya untuk bersujud kepada adam bersama-sama malaikat, lantas mengusir iblis dan mengeluarkannya dari surga. Iblis lalu mengajukan permintaan agar dia dan seluruh keturunannya diberikan umur panjang hingga hari kiamat tiba. Iblis pun berjanji akan menggoda, membujuk, dan menyesatkan setiap anak cucu Adam agar sama-sama disiksa dan dimasukan ke dalam neraka. Seperti firman Allah berikut:

“Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benaar-benar akan (menghalangi-halangi)mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)'” (QS. Al-A’raf: 16-17)

Setan akan selalu mencari celah kesempatan untuk membisikkan godaan pada setiap manusia. Singkat cerita setaan akan mengompori kita untuk selalu berbuat buruk. Membentak berlebihan ketika anak menumpahkan air atau mengotori rumah, menunda shalat karena asyik membaca status di facebook, mengerjakan shalat secara tergesa-gesa karena memikirkan pekerjaan yang belum tuntas, atau terlalu banyak makan hingga tak sanggup lagi bergerak adalah beberapa contoh keberhasilan setan mempengaruhi kiita. Saat itulah setan terbahak-bahak menertawakan kita karena telah hanyut dalam godaannya.

Dalam kehidupan percintaan, setan juga tak mau ketinggalan ambil bagian untuk mengusik kita. bagi mereka yang sedang pacaraan, mungkin pernah tergoda (atau merasa tak tergoda?) untuk menyepi di tempat gelaap, lalu saling berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, atau meraba (ingat, dia belum muhrim lho..). Yang lebih gawat jika telah tergoda menanggalkan pakaian masing-masing, lalu… niitt (terpaksa disensor :D)

Bagi mereka yang telah membina rumah tangga pun tak luput dari incaran setan. Bagi para suami mungkin pernah tersentil untuk melirik ketika wanita cantik melintas. Atau bersemangat ketika menyaksikan wanita berpakaian seksi aias kurang bahan. bagi para istri pula, mungkin masih juga berharap memiliki suami setampan Shaheer Sheikh, pemeran arjuna di serial Mahabarata. Atau sengaja menggoda berondong ketika suami berdinas di luar kota. Tanpa disadari, itu semua adalah hasil karya setan kepada maanusia. Itu semua adalah perbuatan seputar zina.

Berzina. Itu salah satu hasil kerja setan yang paling nyata. Jika melakukannya, itu berarti kita telah takluk dan kalah dari “peperangan melawan tipu daya setan. Sudah tahu itu dilarang keras dalam agama, masih juga dilakukan. Lantas, siapa yang harus disalahkan, setan atau kita? Setan hanya membisikkan koq, tapi yang memutuskan untuk melakukan kan kita sendiri. Ketika kita duduk terdiam dan menyesalinya, setan di belakang malah tersenyum bangga dengan kemenangannya.

Walau bagaimana pun, bujuk rayu setan tidak akan berlaku bagi mereka yang selalu mengingat Allah, serta senantiasa patuh akan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang dibenci setan adalah orang-orang yang mengutamakan hak Allah di atas kepentingannya sendiri, menjaga shalatnya, menjaga auratnya, selalu berdzikir mengingat Allah, rajin membaca dan mengamalkan Al-Quran, serta melaksanakan sunah-sunah Rasul. Setan malas mengusik orang-orang jenis ini, meskipun setan tetap akan mencari celah untuk melancarkan tipu dayanya. Allah berfirman,

“Iblis menjawab: ‘Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuaali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.'” (QS. Shaad: 82-83).

Cinta dan setan memang tak terpisahkan. Ketika kita sedang merasakan indahnya jatuh cinta, di situlah setan datang merapat untuk membisikkan tipu dayanya kepada kita. Godaan setan selalu terlihat lebih indah dan lebih menyenangkan. Kalau iman kita kurang kuat, kita akan mudah terbawa dalam permainan setan.

Merasa jatuh cinta boleh-boleh saja. Hanya saja, perasaan cinta kita kepada sesama manusia jangan sampai melebihi cinta kita kepada Allah. Artinya, jangan sampai cinta membuat kita berbuat dosa. lupa akan Tuhan, lalai dalam beribadah, serta mengabaikan segala perintah dan larangan-Nya. Banyak berdzikir dan membaca Al-Quran adalah diantara contoh senjata ampuh penangkal bujuk rayu dan tipu daya setan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s