Shalat Sunnah Dua Rakaat Di Malam Pertama

shalat malam pertamaIni adalah seri pelengkap dari tips malam pertama. Agar malam pertama diliputi keberkahan, Rasul mengajarkan kepada pengantin baru untuk melakukan shalat sunnah dua rakaat di malam pertama. Rasul bersabda,

“Ketika pengantin telah bersanding, maka si suami dianjurkan untuk melakukan shalat yang diikuti istrinya di belakang suami. Lalu si suami membaca doa, ‘Ya Allah, berkahilah aku terhadap istriku, dan berkahilah istriku terhadap aku. Ya Allah anugerahkanlah mereka dariku. Ya Allah, himpunkanlah kami berdua dalam kebajikan, dan jika Engkau memisahkan kami, pisahkanlah juga dalam kebajikan.'” (HR. Ath-Thabrani)

Abu Sa’id budak Abu Usaid berkata, “Aku menikah ketika statusku masih sebagai budak. Aku mengundang beberapa sahabat nabi, di antaranya Ibnu Mas’ud, Abu Dzar, dan Hudzaifah r.a. Ketika tiba-tiba terdengar iqomah shalat, Abu dzar maju untuk menjadi imam. Namun, orang-orang mendesak supaya aku menjadi imam. Aku lalu maju sebagai imam, padahal statusku waktu itu masih sebagai budak. Selesai shalat, mereka mengajari aku seraya berkata, ‘Apabila istrimu telah dipertemukan denganmu, shalatlah dua rakaat. Kemudian mohonlah kepada Allah Swt. kebajikan dari istrimu yang akan dipertemukan denganmu. Dan mohonlah perlindungan kepada-Nya dari kejahatannya. Selanjutnya adalah terserah kamu dan istrimu'” (Atsar shohih diriwayatkan Ibnu Abu Syaibah (III/401) dalam Mushannaf Ibn Abi Syaibah).

Sebelum shalat, ada doa yang sebaiknya tidak Anda abaaikan. Sebutlah asma Allah, pegaanglah ubun-ubunnya, lalu ucapkan doa, Semoga Allah memberkahi masaing-masing di antara kita terhadap temaan hidupnya.”

Berikut mari kita simak bersama kisah atau pengalaman malam pengantin antara Ibnu Sirin dengan seorang wanita dari suku Tamim yang sangat indah dan berkesan, seperti dituturkan oleh Ibnu Sirin sendiri,

“Aku menikah dengan salah seorang wanita dari suku Bani Tamim. Pada malam pengantin, aku masuk ke kamar untuk menemuinya. Aku melihat ia sedang duduk di dekat pintu. Aku mengulurkan tangan kepadanya. Namun ia berkata, ‘Sebentar’. Setelah melakukan puja-puji kepada Allah, ia berkata, ‘Sesungguhnya Allah meletakkan ilmu di mana Dia kehendaki. Aku mendengar bahwa ketika seorang laki-laki menemui istrinya, ia diperintahkan untuk menunaikan shalat dua rakaat bersama istrinya. Dan selesai shalat, ia lanjutkan membaca doa, …Ya Alllah, berkahilah istriku terhadap diriku, dan berkahilah aku terhadap istriku. Ya Allah karuniakanlah cinta dan kasih sayang mereka kepadaku, dan karuniakanlah cinta dan kasih sayangku kepada mereka. Buatlah kami pasangan yang saling mencintai…

Setelah menunaikan shalat dan berdoa seperti yang disarankan, aku ulurkan kembali tanganku kepadanya. Namun ia berkata, ‘Sebentar’. Apabila seorang laki-laki ingin menggauli istrinya, hendaklah ia berdoa… “Ya Allah jauhkanlah setan dariku, dan janganlah ia biarkan ikut mengambil bagian…

Aku baca doa itu, dan aku selalu yakin akan mendapatkan kebajikan dan berkah.” ((Tuhfat Al-Arus, hal.3, At Tajjani).

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s