Apa Adanya, Gue Judes dan Galak

cowok dan cewek jutek

“Gue emang judes, mau apa lu? Kalau gue galak, masalah buat lu? Udah tau gue keras orangnya…”

Pernahkan Anda mendengar seorang wanita atau pria berkata seperti kutipan di atas atau yang sejenisnya? Perhatikan hal ini terutama bagi yang sedang mencari jodoh.

Semua perkataan tersebut adalah ungkapan perasaan seseorang yang jujur dan sadar akan karakter yang dimilikinya. Sadar bahwa ia judes, galak, keras, ceplas-ceplos, jutek, dan sebagainya. Hanya saja, mereka tidak menyadara bahwa semua karakter tersebut adalah kekurangab. Mereka seolah-olah merasa bangga dengan karakter tersebut, karena tidak ada upaya untuk nemperbaiki tatapi malah membuat “pengumuman” sedemikian rupa. Tidakkah mereka menyadari , ungkapan kata-kata tersebut justru membuat lawan jenis pada ngacir?

Setiap orang memiliki karakternya masing-masing. Ada karakter baik dan ada pula yang buruk. Karakter inilah yang membuat kita tak ada duanya, karakter inilah yang membuat kita tak ada duanya, karena tidak ada satu pun manusia memiliki karakter yang 100℅ sama meski mereka terlahir kembar sekalipun.

Adalah hak kita untuk memiliki karakter seperti apa pun. Apa yang terbentuk pada diri kita sekarang adalah hasil daripada proses belajar yang sengaja atau tidak sengaja kita terima dari keluarga, lingkungan, dan sekolah, yang telah tertanam sangat dalam di pikiran bawah sadar kita. Tapi yang perlu kita perhatikan adalah bahwa hidup ini adalah sebuah seni, permainan, dan panggung sandiwara. Kitalah yang menjadi sutradara sekaligus permainannya. Kita bisa memilih peran-peran lucu, ceria, dan menggemaskan bagi orang lain. Terkadang, kita tidak perlu menunjukkan sifat-sifat negatif kita kepada orang lain. Namun sebaliknya, kita perlu berakting dan belajar bersandiwara menjadi orang baik, ramah, penuh pengertian, dan mau mendengar orang lain. Kita tidak perlu harus begitu kaku dengan karakter kita yang bisa mempersulit langkah-langkah kita di antara langkah orang lain. Umur kita terlalu singkat untuk selalu berperan sebagai pemain berwatak negatif. Pasti bosan dong.

Pria kurang menyukai wanita judes dan galak. Pada umumnya, pria sangat menyukai wanita yang berkarakter lrmbut, ramah, mau berbagi dan mau mendengar, layaknya seorang ibu. Begitu juga untuk para pria, wanita kurang mentukai pria berwatak keras dan galak. Mereka lebih menginginkan pria yang bisa membimbing dan melindungi. Bagi sebagian orang mungkin tidak masalah bergaul dengan wanita judes atau pria galak. Tapi itu berlaku untuk pacaran atau pertemanan biasa. Tapi untuk menikah, maaf saja ya…

Dalam sebuah hadist Rasulullab bersabda:

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya yang berasal dari kalangan bidadari surga mengatakan: ‘Jangan kamu menyakitinya, mudah-mudahan Allah memurkaimu, karena sesungguhnya dia bersama kalian hanyalah sebagai tamu sementara, dan dia akan berpisah denganmu untuk kembali kepada kami.'” (HR. Tirmidzi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s