Apakah Wanita Harus Menunggu Jodohnya?

apakah wanita harus menunggu jodohBagi wanita yang sedang mencari jodoh, kini bukan zamannya lagi menunggu datangnya pria yang akan menyatakan cinta pada Anda. Wanita tak harus menunggu jodohnya. Wanita dituntut bersikap aktif dan harus berinisiatif jika ingin cepat mendapatkan jodoh.

Perlu diketahui bahwa wanita memiliki batasan rentang usia yang sesuai unyuk mengandung dan bersalin, yaitu antara usia 21 hingga 35 tahun. Pada rentang usia ini, resiko gangguan kesehatan pada saat mengandung paling rendah, yaitu sekiatr 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita memasuki puncak kesuburan pada usia 24 tahun, dan semakin menurun seiring bertambah usia. Melewati usia 35 tahun, beberapa gangguan kesehatan pada saat hamil adalah diabetes gestasional (diabetes yang muncul saat hamil), tekanan darah tinggi, gangguan kandung kemih, pertumbuhan otot atau jaringan lain di dalam rahim (fibroid uterine) yang memicu pertumbuhan tumor atau pendarahan pada organ kewanitaan. Berbeda halnya dengan masa subur pada pria yang bisa mencapai lebih dari usia 60 tahun.

Kebiasaan wanita yang hanya menunggu justru akan merugikan diri sendiri. Masalahnya terletak pada tipe pria yang datang mendekat. Beruntunglah jika yanga datang “menembak” adalah pria idaman Anda. Tapi bagaimana jika yang datang playboy berbulu domba, atau spesies pria bermuka tebal, tidak tahu malu, banyak omong, tidak mempunyai sopan santun, mata keranjang atau memiliki banyak pacar? Anda mau? Repot kan jadi wanita yang hanya bisa menunggu jodohnya?

Selain itu, tidak semua pria mampu menyatakan perasaan pada wanita pujaannya. Banyak pria baik yang mempunyai karakter pemalu, pendiam, dan sopan. Tak jarang pria jenis ini memiliki perasaan lebih halus dari wanita. Mereka mempunyai wanita idaman tapi sangat malu dan takut untuk mengatakan perasaannya. Sifat pemalu membuat mereka takut berkomunikasi trntang cinta. Inilah yang mrmbuat banyak pria jenis ini terlambat menikah. Prai seperti ini biasanya mrnunggu wanita yang memulai PDKT. Dalam pandangan mereka, wanita yang membuka komunikasi tidaklah salah dan negatif. Justru itulah yang mereka inginkan. Jika Anda wanita yang tertarik pada pria seperti ini, menunggu bukanlah keputusan yang tepat.

Sikap seorang wanita yang memendam perasaannya terhadap seorang pria dengan penuh angan-angan, justru merupakan sikap yang jauh dati takwa. Sesungguhnya angan-angan atau hasrat yang tersimpan dalam hati bisa termasuk dalam dosa sebagaimana yang dinyatakan dalam hadist berikut:

“Sesungguhnya Allah Azza wa jalla telah menetapkan pada setiap anak cucu Adam bagiannya dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Maka zinanya mata adalah melihat, zinanya lisan adalah ucapan,sedangkan zina hati adalah berangan-angan dan berhasrat, namun kemaluanlah yang (menjadi penentu untuk) membenaekan hal itu atau mendustakannya.” (HR. Muslim).

Ada beberapa hal sederhana namun penting untuk dipahami sebelum Anda memulai komunikasi dengan pria. Langkah pertama adalah mencari tahu apakah dia sudah mempunyai pasangan arau belum. Jika sudah, jangan ganggu hubungan mereka, bisa gawat urusannya nanti. Jika belum, bergeraklah selangkah lebih maju dengan mendapatkan nomor HP, akun Twitter, Facebook, alamat email atau info mengenai teman-teman terdekatnya. Kenali terus karakter si dia melalui hobi, pendidikan, makanan kesukaan, bacaan favorit, warna, film, wisata, pengajian, dan apa saja yang menjadi hal penting bagi Anda untuk menilainya.

Pada tahap awal pendekatan, manfaatkanlah sifat pria yang satu ini: pria cenderung memperlakukan wanita seperti memperlakukan ibunya. Pria baik akan cenderung menolong, menyayangi, melindungi, dan menjaga wanita. Ketika seorang wanita membutuhkan pertolongan, seorang pria baik akan dengan senang hati membantunya. Ambilah kesempatan ini untuk mendekatinya. Mintalah tolong untuk hal-hal wajar pada tahap awal PDKT. Mereka akan melakukannya untuk Anda. Juga lakukan pembicaraan tentang hal-hal sederhana yang pasti dapat dia jawab. Lakukan komunikasi awal yang sederhana. Komunikasi di sini mencakup keseluruhan diri Anda, termasuk tingkah laku, apa yang Anda gunakan, gerakan, hingga ucapan.

Keberhasilan komunikasi awal ini merupakan kunci penting untuk membuka jalan komunikasi berikutnya. Jika komunikasi pada tahap awal berlangsung lancar, langkah selanjutnya akan lebih mudah. Tapi jika awal perkenalan saja sudah memberikan kesan yang tidak menyenangkan, ada kemungkinan tidak ada lagi komunikasi lanjutan. Membangun komunikasi yang menyenangkan bisa dilatih. Anda bisa melakukannya sendiri, dengan teman, atau dengan siapa saja uang Anda percayai.

Begitu Anda berhasil memasuki tahap komunikasi lanjutan, inilah kesempatan untuk menenal si dia lebih dalam. Perhatikan apa yang dia gunakan, pakaian, HP, parfum, kacamata, sepatu, midel rambut, tas, buku, kendaraan, cara berbicara, makan, minum, menatap, menyapa,hingga cara mendengarkan Anda berbicara. Tanyakan hal-hal penting yang perlu Anda ketahui tentang dia, dengan cara yang baik dan bertahap. Perhatikan semuanya denhan teliti tapi jangan sampai dia tahu bahwa Anda sedang menyelidikinya.

Berkomunikasilah dengan rasa percaya diri namun tetap memperhatikan etika yang berlaku. Etika yang dimaksud di sini adalah menjaga kesopanan, rah, mau mendengar, dan memperhatikan ketika dia berbicara, menghargai apa yang dikatakannya, serta jangan membantah atau mengkritiknya dengan keras. Jangan pula asyik main HP saat berbicara. Ini akan membuatnya merasa diremehkan, karena pada dasarnya pria tidak suka diremehkan. Pria sangat anti pada yang satu ini dan dia akan mudah “ilfil” pada seorang wanita yang meremehkannya. Jika Anda memang harus segera menjawab panggilan penting, katakanlah maaf dan menyingkir sejenak beberapa langlah darinya.

Satu kesalahan besar ketika sedang melakukan komunikasi cinta adalah terlena dan hanyut dalam api asmara yang menggelora. Seseorang yang tengah dimabuk cinta sama seperti orang yang sedang terhipnotis, dimana pikirannya menjadi tidak normal sehingga tidak dapat menyensor mana yang baik dan mana yang tidak. Inilah yang dikatakan “cinta itu buta”, karena dapat membuat seseorang terbuai akan keindahan, kenesraan, dan kenikmatan bercinta. Akibatnya, misi utama Anda dalam komunikasi cinta untuk “menyelidiki” seseorang menjadi tidak tercapai. Inilah yang menyebabkan banyak wanita terjebak dalam cinta pria hidung belang, mata keranjang, playboy, atau sejenisnya. Oleh karena itu, tetaplah fokus dan berpegang teguh pada visi dan misi Anda ketika pertama kali mendekati pria idaman.

Lakukan komunikasi secara intensif namun bertahap dan amati reaksinya menanggapi Anda. Lakukan secara berulang hingga Anda dapat menyimpulkan tentang sukapnya terhadap Anda. Jika merasa cocok, tidak ada salahnya jika Anda yang lebih dulu menyatakan perasaan pada si dia. Tapi bersiaplah dengan kemungkinan yang akan terjadi: cinta Anda diterima atau ditolak. Siapkan mental dan tanamkan dalam benak Anda kata-kata berikut ini: “Jika gagal, aku tidak akan kecewa dan putus asa, karena ini adalah bagian dari proses yang harus aku lalui”. Kata-kata ini memang sederhana tapi bisa memberi kekuatan pada diri Anda untuk menghadapi kegagalan. Berbahagialah jika cinta Anda disambut. Tapi jangan kecewa jika cinta ditolak karena itu adalah hal biasa dalam dunia “tembak-menembak”.

Begitu juga halnya jika Anda adalah wanita yang tengah menunggu lamaran sang kekasih. Sudah lama membina hubungan atau merasa cocok satu sama lain tapi koq dia belum melamar juga? Kini bukan zamannya lagi menunggu jodoh. Segeralah tuntut hak Anda untuk mendapatkan jawaban yang pasti dari si dia. Pastikan Anda ” tidak digantung” terlalu lama dengan status hubungan yang tak jelas arahnya. Seperti potongan lirik lagu band Armada, “Mau dibawa kemana hubungan kita”.

Ada satu kisah tentang seorang pria yang ditinggalkan kekasihnya. Alasannya hanya satu, yaitu karena pria ini tak kunjung melamar. Joni (bukan nama sebenarnya) sudah lama membina hubjngan dwngan Mirna (bukan nama sebenarnya). Mirna sudah berkali-kali mengajak Joni untuk menikah dan bahkan saking seringnya, Mirna menyanggupi akan menanggung seluruh biaya pernikahan mereka. Namun Joni tetap saja menolak dengan alasan belum memiliki rumah, mobil, dan pekerjaan yang mapan. Ia malu ketika harus berhadapan dengam calon mertua. Padahal, calon mertua srndiri tidak pernah mempermasalahkan itu semua.

Beberapa tahun kemudian, seseorang pria mendekati Mirna hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Mirna meninggalkan Joni begitu saja karena tak kunjung melamarnya. Joni pun menyesal setengah mati dan hingga kini belum juga menikah meski telah memiliki rumah, mobil, motor, dan pekerjaan sebagai manajer. Beberapa wanita bahkan berani mengajaknya menikah, namun Joni tak menanggapinya. Ia .asih saja merasa belum menemukan sosok wanita seperti yang diidam-idamkanya. Dari kisah ini, sikap Mirna meninggalkan Joni memang patut diacungi jempol. Kalau saja Mirna masih setia menunggu lamaran Joni, mungkin sampai sekarang mereka belum menikah juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s