Indahnya Jatuh Cinta

indahnya jatuh cinta

Pernahkah Anda jatuh cinta? kalau tidak pernah coba tanya pada teman yang pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Jatuh cinta itu rasanya aneh dan membuat kita sedikit gila. Senyum-senyum sendiri, jantung berdebar-debar, melamun, serba salah tingkah, hingga galau. Tapi itulah kerja otak manusia. Cinta membuat kita seperti terhipnotis menjadi bahagia, ceria, dan penuh semangat. Sekiranya saja energi jatuh cinta ini bisa ditransfer kepada seseorang yang sedang sakit, insya Allah akan mempercepat kesembuhannya. Maka, perjuangan mencari jodoh (cinta) tak pernah surut di tengah-tengah manusia.

Coba bandingkan dengan sikap seseorang yang sedang patah hati, entah karena putus cinta atau ditolak cinta. Sungguh kontras bukan? Sedih, murung, tidak bersemangat, kecewa, putus asa, gagal, menangis, hampa, dan depresi adalah hal-hal yang dirasakan oleh mereka yang dilanda patah hati. Bahkan ada yang berusaha bunuh diri lantaran tidak sanggup kesedihan yang ia rasakan.

Memang benar kata pepatah. Cinta itu buta. Cinta mampu membutakan mereka yang sedang jatuh atau pun putus cinta. Ketika seseorang tengah dimabuk asmara, logika dan akal sehatnya tidak lagi berjalan karena tertekan oleh perasaan yang mendominasi alam pikirannya. Itulah sebabnya mengapa seseorang yang sedang jatuh cinta sering berpikir tidak logis, sehingga sering terjebak dan hanyut dalam permainan yang akan berakhir dengan kekecewaaan. Contohnya adalah seseorang yang mencintai suami atau istri orang lain. Cinta yang dalam membuatnya lupa bahwa orang yang dicintainya telah menjadi milik orang lain, sudah memiliki anak, atau berusia jauh lebih tua darinya.

Baca juga: artikel Ketika hati wanita ternoda.

Jatuh cinta adalah salah satu anugerah Allah yang paling indah. Oleh karena itu, bawalah perasaan cinta itu ke tempat yang indah pula, yaitu surga. Baik surga di dunia maupun surga di akhirat kelak.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah lah tempat yang baik (surga).” (Q.S Ali Imron:14).

Peliharalah cinta agar ia semakin indah, kuat, dan besar hingga mampu membawa kita ke mahligai perkawinan yang harmonis. Tak berhenti sampai di situ, jadilah diri kita dan pasangan kita sebagai pasangan yang “saling mensurgakan”, yaitu dengan menjadi manusia baik, yang membaikkan pasangan kita sehingga layak memasuki surga Allah SWT. Itu adalah hakikat cinta yang sebenarnya.

Begitu indahnya cinta diciptakan, maka jangan sampai kita menodainya. Jangan sampai perasaan cinta kita kepada seseorang melebihi cinta kepada Allah. Jangan sampai cinta membuat kita terlena hingga lengah akan perintah dan larangan-Nya. Bendunglah rasa cinta yang membara itu agar jangan sampai tergoda setan hingga membuat kita terjerumus dalam lubang perzinaan. Tidur bersama, makan bersama, keluuran, berpegang tangan, bercumbu, bahkan hingga melakukan hubungan suami istri. Itu bukan cinta namanya, melainkan nafsu.

hal terpenting ketika jatuh cinta adalah tetap fokus, tenang, sabar, serta senantiasa meminta petunjuk-Nya. Hadirkanlah Allah sebagai pihak ketiga untuk menilai kebenaran cinta yang telah jatuh itu. Masa-masa jatuh cinta adalah pintu gerbang PDKT (baca: pendekatan) dengan si dia. Oleh karena itu, manfaatkanlah masa-masa itu untuk mengenali karakter si dia dengan logika dan akal yang sesehat-sehatnya, bukan hanyut hingga mabuk dan lupa daratan seperti orang yang terhipnotis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s