Arti dan Kekuatan Cinta

arti dan kekuatan cintaCinta. Seringkali kita mendengar istilah tersebut. Walaupun demikian, untuk mendefinisikan arti kata cinta tidaklah mudah. Itu karena cinta memiliki pengertian yang luas. Ada cinta antara manusia dengan Allah, suami dan istri, orangtua dan anak, atau antara sepasang kekasih. Dalam hal ini, tak sedikit pula orang yang mencari cinta (mencari jodoh). Tapi ada juga jenis kecintaan terhadap benda tertentu seperti harta, hewan, tanaman, dan lain sebagainya.

Jika didefinisikan, mungkin cinta itu adalah perasaan seseorang terhadap orang, subyek, atau benda lain yang membuatnya merasa ingin memiliki, memperhatikan , menyayangi, melindungi, mematuhi, mengorbankan diri, dan melaksanakan apapun yang diinginkan oleh obyek tersebut.

Kata cinta memang terdengar sederhana. Tapi dibalik kata itu, tersimpan kekuatan dan energi yang maha dahsyat. Rasulullah pernah bersabda:

“Demi Zat yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian mengenai sesuatu yang ketika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!” (HR. Muslim)

Karena alasan cinta, seseorang menjadi begitu berani melawan apapun, meski nyawa taruhannya. Anda mungkin pernah menyaksikan film Titanic yang disutradarai oleh James Cameron. Adegan Leonardo DiCaprio dan Kate Winslate begitu mewakili kekuatan cinta dalam menghadapi berbagai tantangan agar cinta mereka bisa bersatu.

Salah satu kisah seorang ayah ini juga menunjukkan betapa besar kekuatan cinta. Suatu hari ia menggendong anak perempuannya yang sedang muntaber menuju rumah sakit terdekat. Padahal ketika itu malam sudah sangat larut dan diguyur hujan lebat. Namun sayang, sesampainya di runaah sakit sang anak tidak dilayani karena tidak mampu membayar uang muka sebesar 5 juta rupiah. Tidak segera mendapat pertolongan, sang anak pun menghembuskan nafas terakhir di teras rumah sakit. Sang ayah hanya hanya bisa menjerit sekuat-kuatnya, karena merasa sangat kecewa, kesal, dan marah yang bercampur menjadi satu. Ia pun menggendong kembali anaknya pulang untuk dikafankan.

Saungguh mengharukan, tetapi itulah kekuatan cinta. Pernah juga ditayangkan di televisi tentang kisah seorabg pemuda yang rela menghabisi nyawanya lantaran ditolak cinta; seorang ibu yang meninggal dalam posisi tengah memeluk balitanya demi melindunginya dari reruntuhan gedung; atau seorang anak Palestina yang berani melawan tentara Israel demi melindungi ibunya yang dipaksa naik ke dalam tank. Semua dilakukan atas nama cinta.

Bagi Anda yang tengah dijatuhi cinta, mungkin sedang mengalami betapa kuatnya energi tersebut. Ada yang sanggup mengantar jemput kekasih walaupun rumahnya sangat jauh, membuatkan makanan kegemaran si dia meski tak pandai memasak, atau menunggu si dia mengerjakan tugas di kampus hingga malam, dan sebagainya. Tanpa di sadari kita telah berubah menjadi seorang yang berani, percaya diri, bertanggung jawab, dan rela melakukan apapun demi membahagiakan si dia meski berat tantangannya. Baca juga artikel: memelihara kepekaan cinta.

Di kehidupan rumah tangga, kekuatan cinta juga bisa menghebatkan dan menyukseskan seorang suami atau istri. Pasangan yang baik, selalu akan membaikkan satu sama lain. Kekuatan cinta yang diberikan oleh suami akan membaikkan sang istri, dan begitu srbaliknya. Pernaahkan Anda mendengar istilah, “Di balik suami yang hebat pasti ada istri yang hebat pula”? Istilah ini memanglah tepat dan telah dibuktikan di masyarakat. Oleh karena itu, jika Anda ingin menjadi orang tua, pebisnis, ilmuwan, seniman atau apapun yang baik, sukses, dan hebat, maka carilah pasangan yang baik pula. Mereka akan memberikan segenap kekuatan cintanya demi menjadikan Anda pribadi yang luar biasa.

Walau bagaimana pun, sehebat apapun kekuatan cinta yang sedang kita rasakan, jangan sampai ia melebihi kecintaan kita pada Allah. Artinya, porsi cinta kepada Allah tetap harus lebih besar daripada rasa cinta kita terhadap sesama. Sebesar apapun perasaan cinta kita pada seseorang, tetaplah harus berlandaskan pada perintah dan larangan Allah SWT. Jangan sampai kita melakukan dosa seperti berzina atau lupa beribadah, hanya karena alasan cinta. Tidak ada yang abadi di dunia ini, termasuk cinta. Cinta kita pada seseorang bisa saja pudar dan hilang suatu saat nanti. Tapi jika kecintaan pada Allah melebihi segalanya, maka kita akan dibawa pada keindahan dan kenikmatan yang sebenarnya, yaitu surga. Baik surga di dunia maupun di akhirat kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s