Ketika Pasangan Kita tak Sempurna

saat suami berbuat kesalahan

Setelah menikah dan usai sudah mencari jodoh, Anda akan tahu ternyata pasangan kita tidaklah sempurna. Tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya, banyak kekurangan yang selama ini belum terlihat. Dulu awal perkenalan belum tampak kejelekan dan kekurangan, namun kini mulai tampak jelas. Tidak sedikit yang kecewa dan merasa salah memilih jodoh. Akan tetapi, itulah kehidupan. Realitas yang kita hadapi tidak selalu seindah impian.

Dalam hidup ini, tidak ada suami maupun istri sempurna dan ideal yang tak luput dari kesalahan serta kekurangan. Orang yang mendambakan pasangan hidupnya tak pernah salah, sejatinya adalah manusia utopis dan mustahil menemukan sosok ideal seperti itu. Kunci kebahagiaan berumah tangga justru ada pada kesediaan untuk memahami dan menerima kekurangan pasangan hidup, untuk selanjutnya disikapi dengan bijak dan diperbaiki bersama demi terciptanya kesempurnaan dan kebahagiaan hidup.

Demikian halnya dengan dirimu wahai para istri dan wanita muslimah, ketika dirimu mengalami masa tak menyenangkan dengan suamimu, cobalah ingat perkataan al-Hakim (sang bijak bestari) yang bertutur:

“Apa yang hendak kau bincangkan kepada suamimu, yang telah rela meninggalkan semua pilihannya terhadap para wanita, dan menjatuhkan pilihannya kepadamu untuk menjadi pendamping hidupnya? Apa yang hendak kau lakukan terhadap suamimu, yang telah rela meninggalkan kedua orang tuanya, sanak saudaranya, sahabat-sahabatnya, demi hidup bersamamu? Apa pula sikapmu terhadap suamimu, yang ingin membahagiakan dirimu, dan berusaha menjadikan dirimu satu-satunya wanita yang selalu diingat direlung kalbunya? Haruskah semua itu kau kubur dengan kemarahan dan kebencianmu? Maka jernihkan hati dan pikirmu pada saat dirimu sedang marah atau benci kepada suamimu!”.

Selain itu, sang panutan kita, Nabi Muhammad  saw memberikan nasihat yang begitu mencerahkan untuk dijadikan sebagai pedoman seluruh umatnya. Nasihat Rasulullah dalam sabdanya, “Jangan berpaling dan jangan marah, melihat perilaku manusia beriman laki-laki maupun perempuan, yang tidak sesuai dengan hatimu, sebab masih banyak perilaku mereka yang lain, yang tidak membuat dirimu benci kepada mereka. “(HR. Muslim).

Wahai muslimah, jangan mudah meluapkan amarah dan kebencianmu kepada suamimu, sebab masih banyak sikap dan perilaku suamimu, yang menggembirakan hatimu dan menyejukkan hatimu. Sungguh bukan sikap yang bijak, membenci suamimu hanya karena satu kesalahan, atau satu sikap yang tidak engkau senangi, terlebih dengan mengubur kebaikan-kebaikan suamimu kepada dirimu.

Wahai para imam keluarga, janganlah mengeluh terhadap ketidaksempurnaan istrimu. Lihatlah ia di sisi yang lain. Engkau akan melihat betapa keindahannya tampak pada saat ia rela berkorban untukmu. Jika istrimu melakukan kesalahan, janganlah engkau lantas berkata ia bukan istri tipemu yang justru hal itu hanya akan membuatnya semakin terjerumus. Ingatkan, rangkul dan ulurkan tanganmu dengan penuh kelembutan untuk istrimu dikala ia khilaf dan salah. Karena, ia terbuat dari tulang rusukmu yang jika engkau keras meluruskannya, maka ia akan patah.

Semoga, dengan cara yang benar, kekurangan dan cacat akan membuat pasanganmu menjadi sempurna, hingga engkau bisa bahagia bersama selamanya di dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s