Cara Membujuk Orang Tua agar Dinikahkan

Ada yang bertanya… seorang ukhti..
Calon ana itu pengennya nikah, dan hati ana pun berkata pengen nikah secepatnya. Pengen kami, sudah siap lebaran ini, tp kenyatannya keluarga gak siap. Calon ana dah kerja,ana msh kuliah tinggal 3 smstr lg, dan ana harus jelaskan apa biar ortu mau nikahkan ana walau secara sederhana. Ana pengen secepatnya halal bagi calon ana. Sedangkan ortu ingin 1,5 thn lagi. Tolong nasehatnya.

Ukhti yg dirahmati Allah, alhamdulillah selangkah lagi ukhti bisa melengkapi separuh agama. Apalagi calonnya udah kerja. mudah-mudahan bisa dipercepat. Mungkin yang jadi persoalan buat ukhti adalah menjaga diri di masa-masa penantian yang relatif lama (1,5 thn). Siapa yg menjamin bahwa ukhti bisa selamat terhadap fitnah dalam jangka waktu tersebut. Maka para ulama menganjurkan agar masa pinangan ke masa pernikahan jangan terlalu lama. Khawatir terjadi fitnah.

Saya bukan ahli nasehat, ini sekedar sharing…
Cerita ukhti persis dg kehidupan saya. Dalam kondisi tersebut, kita dihadapkan pada 2 pilihan: 1) menunda pernikahan krn calon mempelai wanita hrs merampungkan studi… ini bisa dilakukan jika calon mempelai bisa menjaga diri dari fitnah dan maksiat diantara keduanya. 2) Menikah dan tetap melanjutkan kuliah… ini bisa dipilih jika dikhawatirkan … ini bisa dipilih jika dikhawatirkan dg kuat tdk bisa mnjaga diri dari fitnah dan maksiat di antara keduanya.

Mana yang hrs dipilih? hati kecil ukhti yg lebih tahu..

untuk menambah informasi silahkan baca hukum menikah saat kuliah

Mengenai Orang tua bagaimana?

Memang agak sulit mempengaruhi orang tua mengubah pandangannya. Ia berpandangan spt itu pasti ada hal-hal yang mendasarinya. Misalnya, “kewajiban menuntut ilmu hingga liang lahat bagi setiap muslim”. Shg ia bersikeras agar anaknya nikah setelah lulus. Atau mungkin ada hal lain yg menjadi dasar. Susah, bukan berarti tak bisa.. Jika pendapat kita lebih kuat, benar dan lebih syar’i insya Allah hati ortu akan luluh.

Yang menyebabkan kegagalan kadangkala adalah faktor komunikasi kita dg ortu yg kurang baik. Jangan menggampangkan dan menganggap remeh ortu, hormati ortu dan jangan terkesan membangkang. Sentuhlah hatinya dg perkataan yang memuliakannya. Jangan mendebatnya jika terjadi perbedaan.. diamkan dulu sampai hatinya tenang… Sampaikan ide kita ketika suasana hati ortu senang dengan secara tidak langsung. Bisa lewat cerita atau kisah nyata… misalnya kisah sukses menikah saat kuliah.. atau kisah nyata perzinaan para mahasiswa yg tdk diketahui oleh ortu..kebanyakan ortu meyakini anak-anaknya baik, ternyata di luar sana.. bla bla bla…

Cerita dengan santun di saat hati mereka santai dan senang.. bila perlu sambil memijatnya. Tapi ingat, memijatnya hrs tulus.. jangan hanya ada maunya. Biasanya orang tua akan tau. “Hmm.. memijat karena ada maunya nih”, mungkin begitu kata ortu. kalo udah begini, bagaimna kita bisa mempengaruhi ortu? Jangan coba mengutarakan ide, jika memijat ortu pun baru pertama kali. Lakukan pijitan pertama… kedua… ketiga… dan seterusnya sampe ibu menyadari bahwa pijitanmu itu ikhlas… (gak kalah sama pijitan Mak Pinah atau Mak Erot.. Parah! just kidding). Aktivitas memijat bisa diganti dengan aktivitas lain yang menyenangkan ortu… Barangkali aja kan ada ortu yang alergi sama pijitan.. (may be). Saat itulah ukhti bisa mulai beraksi dengan mengikuti kaedah-kaedah seperti yg saya ceritakan sebelumnya.

Namun, sebelumnya ukhti hrs punya dasar yang kuat mengapa hrs nikah saat ini… terutama dasar hukumnya (baca kembali: Hukum Menikah saat kuliah). ukhti bisa menilai sendiri pada posisi apa hukum menikah bagi ukhti, mubah, sunnah, atau wajib. Jika sudah mantap.. lakukan seperti yg saya katakan di paragraf atas (cape deh, balik ke atas terus, hehe afwan).

Jika ortu tetep melarang juga, walau dengan segenap upaya.. padahal di sisi lain, ukhti sangat mengkhawatirkan tidak bisa menjaga fitnah dan maksiat… Maka simaklah firman Allah berikut:

“Bukankah Tuhanmu telah berfirman, ‘jika keduanya (ibu bapakmu) memaksamu supaya engkau musyrik, menyekutukan Aku dengan yang engkau tidak ketahui, maka janganlah engkau ikut keduanya dan bergaullah dengan keduanya di dunia dengan baik.” (QS Lukman:15)

Dari situ, mungkin ukhti bisa menangkap maksud saya. Hanya itu penjelasan hamba yang dhoif ini. Wallahu ‘alamu bish-shawab. Demikian cara membujuk orang tua agar direstui jodohnya, ada yang mau menambahkan? (Ken Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s