Apa Sebaiknya Kita Nikah Sekarang?

Sebelum diskusi lebih lanjut, mari kita jujur pada hati nurani kita. Tanyakan kepada dirimu apakah seringkali engkau dapati sepinya hidup sendiri? Jika kerinduan-kerinduan halus tentang hadirnya seorang pendamping sering engkau rasakan, sementara di saat-saat lain engkau dilanda kegelisahan atas kesendirianmu, ini telah cukup sebagai tanda bahwa engkau sudah saatnya mempersiapkan diri untuk menikah. Jangan bohongi bisikan nuranimu dengan mengatakan, “kalau kita memang aman dari godaan syahwat kan gak apa-apa menunda nikah.”

Bagaimana mungkin kita mengatakan nikah belum menjadi kebutuhan karena merasa tak ada dorongan sama sekali? Sementara, setiap kali bertemu sahabat atau temen dekat, kita sangat bersemangat menceritakan lawan jenis. Apa yang menggerakan kita sehingga begitu antusias setiap kali membicarakan lawan jenis? apalagi kalo bukan hasrat terpendam atau gejolak yang bergemuruh diam-diam dalam dada kita?

Jika ya hati Anda mengatakan, “AKU MEMANG BUTUH PENDAMPING. BUTUH SESEORANG UNTUK BERBAGI. RINDU CANDAAN SOMEONE DIKALA SEPI. BUTUH TANGAN KEKAR DAN SANDARAN BAHU. JUGA BUTUH ADA YG NYUCIIN BAJU DAN GORENGIN TAHU. AKU BUTUUUHHHHHH!” Lantas, tanya pada diri Anda, kenapa menunda pernikahan? Ada yang tau jawabannya? (Ken Ahmad)

4 thoughts on “Apa Sebaiknya Kita Nikah Sekarang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s