Rasa Cinta dan Pernikahan

Rasa ini sensasinya hanya bisa dialami oleh mereka yang udah nikah. Bukan maksud untuk manas-manasin lho.. ini sekedar sharing… Tulisan ini pernah aku tulis, tapi ada pengeditan dikit, abisnya agak-agak lebay gitu seh.. ^_^

Sebelum nikah…

Sering orang ngebayangin calon jodoh yang akan mendampinginya. Kadang, perasaan itu begitu kuat. Tak bisa terbendung walau udah puasa daud (puasanya terusin aja ampe pagi, hehe.. bisa-bisa di opname donk ^_^). Ya gitu deh, perasaan gelisah akan terus muncul selama hasrat dan kebutuhan itu belum terpenuhi.

Dulu, aku pun sama sekali tak menginginkan perasaan itu melekat dalam jiwaku. Ia muncul dengan sendirinya bersamaan dengan tumbuhnya manusia. Coba aja bayangin, ibarat kita lagi haus, terus orang-orang di sekitar kita minum dan nawarin es buah. Ngiler pastinya! Tapi, kita gak boleh minum tuh es buah karena harom. Tersiksa gak sih loe?!

Pernah juga terfikir untuk pacaran dan bebas menyentuh wanita. Tapi, na’udzu billah… Aku masih menyakini azab Allah begitu pedih. Azab Allah yg paling ringan aja sakitnya kayak kita nginjek bara api yg sangat panas, sampe-sampe otak kita mencair dibuatnya. Itu yg kupahami dalam sebuah hadist. Kalo pacaran dan zina, tak bisa dibayangin seberapa pedihnya azab Allah untuk mengganjar dosa besar itu…

Waduwww, jadi tambah takut deh hidup zaman sekarang… Dahulu (zaman kejayaan islam), nikah itu begitu gampang…Gak punya uang dan pekerjaan saat mau nikah, negara akan memberikannya. Kehidupan islam telah memfasilitasi pernikahan. Sebaliknya, orang akan takut untuk berzina.. Gimana gak takut, hukumannya aja dicambuk 100x terus diasingkan (bagi yang zina belum nikah). Ada juga yang dikubur, disisakan kepalanya doang untuk dilemparin batu sampe modar. (bagi yang pezina yang udah pernah nikah). Asyik kali ya, kalo punya mesin waktu, aku nengokin kehidupan waktu itu…

Wah parah! Ngehayalnya kelamaan tau. Ini tahun 2010 Masehi, bukan lagi Zaman Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, Umayah, Abasiyah ataupun Utsmaniyah. Sekarang zaman edan. Zaman gak ada etika dan penuh kebablasan..

Itulah pikiran orang sebelum nikah. Alhamdulillah, berkat tekad iman dan nekat beneran.. akhirnya ane berhasil nikah walau gak punya modal. Ane dapat juga menikmati hidup ini. Ibadah pun terasa lebih tenang dan khusu. Gak kepikiran yang aneh dan macem-macem.

Awal-awal pernikahan merupakan saat terindah karena kebutuhan untuk bersanding tercapai sudah. Getaran2 keinginan yang tersendat selama bertahun-tahun, terpenuhi ketika menikah. Jiwa tenang dan kehidupan seksual memperoleh legitimasi yang kuat. Erotisme terhadap lingkungan berkurang, ku lebih mampu menundukkan pandangan. Ku tak mudah gelisah ketika melihat lawan jenis. Karena, ku telah memperoleh yang lebih daripada sekedar melihat. Ia ada di rumah dan bisa menemani kapan pun aku mau. (Kayaknya lebay nih paragraf, hehe)

Akhirnya terjawab sudah, siapa yg salah atas kegelisahanku di masa lalu? (Siapa yang salah? Tukang becak yang salah tuh! Bilangnya mau narik becak, tapi pas ane liat malah ditarik..Wk wk wk). Yang jelas, semua ini karena lingkungan, dan sistem masyarakat kita yang gak pro sama anak muda macem kita.. (masih ngaku-ngaku muda ane ^_^). Maksiat mudah, ibadah sulit. Pacaran gampang, nikah? Loe pasti disidang sama emak en babe loe! Wk wk.. Nasib Loe itu sih ^_^

Nikmat cinta yg telah Allah berikan tak bisa kau padamkan. Cinta hanya bisa diarahkan… Allah yg maha penyayang telah mengarahkan kita untuk menikah…Bersegera aja kalo udah siap!

C I N T A.. begitu dahsyat dan nikmat. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman). Wallahu a’lamu bish-showab.

3 thoughts on “Rasa Cinta dan Pernikahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s