Pikiran Kotor Cowok terhadap Pacarnya

Judul tersebut gue ambil dari sebuah search keyword pembaca blog Tabir Jodoh yang datang dari search engine mbah google. Mungkin itu orang pengen tahu tentang bagaimana otak mesum pacarnya. Lalu gue pikir mungkin banyak orang yang ingin tau kira-kira seperti apa seh, pikiran kotor cowok terhadap pacarnya?

Ya gitu deh, akhirnya gue coba kupas tentang hal ini dengan mengambil informasi dari berbagai sumber. Mudah-mudahan tulisan ini gak menyudutkan kalian ya, wahai para cowok! Gue juga kan cowok, hehe.

Ada dua variable yang menjadi pembahasan terkait dengan piktor alias pikiran kotor dalam tulisan ini, yaitu “Cowok” dan “Pacar”.

Pertama, tentang cowok. Nah, makhluk yang satu ini jika dihubungkan dengan si piktor memang seringkali memiliki hubungan yang erat. Bahkan berbagai penelitian yang dilakukan oleh banyak universitas anu dan anu banyak membahas hal ini. Ada yang nyebut setiap 7 detik cowok berpikir tentang sex, ada juga penelitian lain yang nyebut setiap 5 detik, dan lain sebagainya. Tak sedikit juga yang gak terima hasil penelitian tersebut dan menyebutnya gak masuk akal.

Tanpa membenarkan atau menyalahkan hasil penelitian tersebut, gue punya pandangan tentang hal ini. Menurut gue, pikiran seseorang itu dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya, 1) pengetahuan (yang membentuk persepsi); 2) obyek yang sering dia indra. Zaman sekarang cowok lebih banyak memiliki persepsi tentang kebebasan yang kebablasan. Semua serba boleh dilakuin. Selanjutnya, liat obyek yang porno-porno atau bodi semok yang sering berkeliaran di tempat-tempat umum menjadi keasikan tersendiri tuh buat cowok. Lama-lama hal itu dianggap biasa dan gak ada rasa bersalah saat melakukannya. Kalo kondisinya kaya begini, masuk akal juga kalo cowok setiap 7 detik berpikiran kotor.

Kalo cewek gimana? Kalo kondisinya sama (persepsi dan obyek yang sering diindra sama), hasilnya juga sama. Cuma bedanya cewek itu pemalu dan gak seagresif cowok. Cewek lebih kuat nahan apa yang dia pikirkan dan inginkan… (kecuali keinginan belanja, hehe). Makanya ada yang bilang, godaan terberat cowok adalah cewek, sedangkan godaan terberat cewek adalah belanja. Dari situ aja kita bisa liat bedanya cowok dan cewek. Hihi.. Tapi tetep ya, tindakan seseorang dipengaruhi oleh pemikirannya. Sedangkan Pemikiran dipengaruhi oleh pengetahuan (informasi yang diperoleh sebelumnya), otak, panca indra dan obyek yang diindranya… Walahhh, pusing kagak tuh mencernanya?! ^_^

Kedua, tentang pacaran. Nah, ini dia. Aktivitasnya banyak mendatangkan pro dan kontra. Yang pro, menganggap bahwa pacaran itu asyik, bisa saling berbagi segala hal, baik saat sedih, senang, sayang, cinta, kasih, dsb.. pokoknya semuanya bisa dirasain berdua. Makanya gak heran kalo orang pacaran itu pengennya berduaan mulu (kalo ada yang ketiga berarti itu setan, hehe). Mojok di tempat sepi dan gak mau diganggu orang juga jadi favorit (hayooo ngapain aja tuh? Hihi).

Yang kontra juga banyak, karena secara akidah maupun fakta pacaran itu merugikan. Dosa dan merusak kesucian bro! Tapi, namanya juga manusia, udah tau dosa dan merugikan, masih tetep aja dilakuin.. Itulah, terkadang kenikmatan sesaat bisa mengorbankan kebahagiaan manusia seutuhnya. Prikitiw… so’ bijak banget gue ^_^

Coba kita telaah, apa seh sebenernya tujuan pacaran?

  • waktu kita masih remaja… tujuan pacaran itu cuman trendy, nunjukin ke-egoisan kita, kalo kita ini hebat bisa pacaran… apalagi katanya bisa ampe first kiss.. hihi. Padahal, menurut pengakuan aktivis pacaran, kissing itu bikin ketagihan. Kalo udah gitu ‘kan bisa merembet kemana-mana. Bahaya dua gelas deh!
  • waktu ABG beranjak dewasa, tujuan pacaran masih tetep just to have fun, maunya happy-happy mulu, kemana-mana jalan berdua, gak ‘kan terasa capek walau jauh jalan kaki, bila perlu jalanan diperpanjang biar bisa ngobrol teruz…hehe.
  • ketika mulai dewasa dan sudah cukup umur tuk menikah…nah ini neh..mulai mikir serius. Mikir jauh ke depan, mulai mikirin segala sesuatunya, mulai hemat energy.. mulai nabung tuk masa depan. Cuma satu ganjalannya… apaan tuch?! Raga ini udah banyak yang menjamah, tapak tangan menyebar disekujur badan (emang keliatan? hehe) Ya, intinya virginitas dan kesuciannya dipertanyakan. Kasian ‘kan calon suami/istri cuma dikasih sisa. Makanan aja gak mau dikasih sisa, apalagi ini bro, calon suami/istri bekas orang. Pasti kalian semua sakit hati dech kalo tau…
  • Satu lagi, mayoritas pacaran itu gak serius, ya itu tadi, cuma buat seneng-seneng atau untuk memenuhi kebutuhan sesaat.. Pokoknya lebih banyak percobaan dari pada keseriusan. Adapun pacaran yang berujung ke merit biasanya karena terlanjur terjadi kecelakaan atau yang kita kenal sebagai MBA (Merit Bunting duluAn, hehe). Atau, paling tidak merit untuk minta tanggung jawab akibat PKI (Petting, kissing and Intercourse).. Tapi, yang gak bertanggung jawab lebih banyak lagi bro!

Ketiga, kesimpulan: Pikiran Kotor Cowok terhadap Pacarnya. Kita ‘kan udah bahas tentang cowok yang pikirannya udah terkontaminasi dan juga aktivitas pacaran yang banyak menelan kerugian. Pembahasan keduanya, baik sifat cowok maupun pacaran ternyata berujung pada si piktor. Bagaimana kalo keduanya digabungin? Cowok dan pacaran.. pasti akan memunculkan pikiran kotor cowok terhadap pacarnya.. Sama ‘kan dengan judul? Hehe maksa…! Logikanya, ada niat ada peluang… klop deh!

Jangan lupa baca artikel ini, menjaga kehormatan wanita dengan memahami pria. (Ken Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s