Firasat Bukan Ramalan

Karena ada pertanyaan dan diskusi tentang catatan saya terdahulu di facebook, kiranya perlu saya posting tulisan ini. Kita berdiskusi tentang sebuah hadist dan ramalan jodohku… apakah hadist berikut terkait dengan kemampuan ramalan seorang mukmin? Dan apakah ada hubungannya dengan ramalan jodoh?

Takutlah kalian kepada firasat orang mukmin, karena ia memandang dengan cahaya Allah Azza wa Jalla” (HR Turmudzi).

Firasat yang dimaksud pada hadist tersebut adalah cahaya yang Allah berikan ke dalam jiwa orang mukmin untuk dapat membedakan antara haq dan batil dan antara yang jujur dan dusta. Firasat itu ada karena ia selalu bersandar pada peraturan2 Islam. Ia akan memandang segala sesuatu dalam kehidupan ini dengan cara pandang dan kacamata Islam. Maka, ketika ada kebatilan dan penyelewengan terhadap islam ia akan mengetahuinya. Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki firasat ini mesti ditakuti oleh mereka kaum fasik dan dzalim. Hendaklah mereka menuruti apa yang dikatakannya… karena ia selalu bersandar pada hukum-hukum islam. Peringatan yang ia berikan tentang pedihnya azab Allah benar adanya. Takutilah taati perkataannya untuk kembalilah ke jalan Allah.

Jadi firasat yang dimaksud bukanlah berarti memiliki kemampuan mengetahui suatu keadaan, atau bahkan, meramal masa depan dengan leluasa dan gampang thd semua orang. Bukan itu maksud hadist di atas.

Rasulullah saja tidak dapat meramal, kecuali hal-hal yang diberikan Allah melalui wahyu-Nya. Rasulullah pernah mengatakan bahwa umat Islam akan memenangi persia dan Romawi (al-hadist). Dan beberapa ratus tahun kemudian hal itu terbukti. Namun, sekali lagi itu adalah wahyu dan berita yang Allah berikan melalui Nabi Muhammad.

Rasulullah pun pernah tidak bisa menjawab pertanyaan masyarakat dan menunggu lama datangnya wahyu. Jadi, Rasul tidak bisa meramal… Rasul pun pernah mengalami kekalahan dalam berperang… Jika Rasulullah bisa meramal, niscaya beliau tidak akan melakukan peperangan karena tahu akan kalah. Tapi Rasulullah tidak tahu.

Jika Rasulullah saja tidak tahu dan tidak bisa meramal, mengapa ada dari kita yang bukan Rasul mengaku bisa meramal atau mempercayai ramalan orang?

Hal Ghaib berupa masa depan jodoh kita, hanya Allah yang tahu… Tugas kita berikhtiar. Dalam ikhtiar tersebut kita harus berpegang teguh kepada aturan Allah. Dengan demikian, mudah-mudahan Allah memberi petunjuk agar selamat dunia dan akhirat. Bukankah itu yang kita cari? Wallahu ‘alam. Ken Ahmad

5 thoughts on “Firasat Bukan Ramalan

  1. iya benar mas, kalo saya suka liat ramalan cuma buat hiburan aja, kalo ramalannya jelek, yah ga di percaya, ramalan baiknya di ambil yang baik

    • 1.”Barang siapa yang datang kepada tukang ramal, kemudian bertanya tentang sesuatu dan membenarkan apa yang dikatakannya, tidak akan diterima sholatnya selama 40 hari”( HR. Muslim ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s