Ramalan Jodoh: Menakutkan?

Koq takut? Ya. “Aku gak mau kepikiran”, begitulah pengakuan MeyChan duo MAIA tentang ketakutannya terhadap ramalan, terutama ramalan jodoh (detikhot,19/05/2010).

Kalau takut, artinya ia percaya dan gak siap menerima pemberitaan tentang masa depan jodohnya. Tapi gak tau juga sih, hanya dia yang tau (iya nih, jadi so tahu, astaghfirulah).

Tapi, kalo dipikir-pikir ngapain mesti takut dengan ramalan ya, bro? Emangnya seberapa akurat ramalan jodoh itu? Terus, bagaimana hukumnya bagi kita-kita yang percaya dengan ramalan?

To the point aja deh, bahwa yang namanya ramalan itu gak bisa dipercaya alias bohong, karena Allah telah berfirman, “Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib, kecuali Allah” (QS. An Naml : 65). Tidak terkecuali seorang dukun atau paranormal, serta prediksi zodiak, semuanya tidak bisa mengetahui perkara ghaib. Artinya, ramalan-ramalan mereka itu hanya bersifat dugaan dan tidak dapat dipercaya. Allah juga berfirman, “Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok” (Luqman 31:34).

Lantas, apa hukumnya jika kita tetep mempercayai ramalan? Hukumnya adalah:

Pertama, tidak diterima amal ibadahnya (shalatnya) selama 40 hari, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari” (HR Muslim)

Kedua, bisa dikatakan kafir karena telah mengingkari wahyu yang Allah turunkan sebagai mana sabda Rasulullah Saw berikut, “Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal [termasuk tukang ramal lewat tangan, membaca kartu tarot dll] lalu mempercayai apa yang dia ramalkan, maka ia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Jika demikian, masihkah percaya dengan ramalan? (Ken Ahmad)

2 thoughts on “Ramalan Jodoh: Menakutkan?

  1. ramalan itu sebetulnya bisa dijadikan peringatan, kalo kita mau. misal kita diramal “umur 65 baru ketemu jodoh”, dan kita nggak mau itu terjadi, ya usahakan supaya itu tidak terjadi. tapi kalo akhirnya terjadi juga, ya sudah… mungkin memang nasib, atau usaha kita yang kurang maksimal.

    sebaliknya, ramalan juga bisa dijadikan pemacu semangat. misal diramal “taun depan kamu terkenal”, dan kebetulan kita memang ingin jadi orang terkenal, rasanya nggak ada salahnya kalo kalimat itu kita ingat-ingat terus dalam kepala sambil terus berusaha menjadi terkenal. kalo ternyata nggak terkenal juga, mungkin belum waktunya? atau usahanya kurang?

    intinya, nggak ada yang salah dengan ramalan karena ia sebetulnya juga sekedar ‘hasil karya manusia’. yang salah adalah cara kita menanggapinya.

    dan, kalo kita cerdas dalam menanggapi ramalan (juga hal lain-lain), saya yakin tuhan manapun akan dengan senang hati menerima ibadah kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s