Masihkah Perjaka dan Perawan Dirimu?

Ini nyata, ketika ditanya tentang keperjakaan, ada yang jawab, “Sett dach, keperjakaan dipertanyakan…? Hari gini gitu loch… lebih baik tanya seberapa tebel dompetnya!” Gubrakss… kasian amat si Jack (perjaka) di anggap tak berharga (tenang Jack, ada Allah koq).

Kalo keperawanan penting gak? Nah, di sini kadang jawabannya gak adil. Masyarakat sendiri cenderung lebih mentolelir keperjakaan daripada keperawanan (mungkin kalo keperjakaan gak ada bekasnya kali ya? hihi). Cowok pun sering menilai berharganya seorang cewek dilihat dari ukuran “perawan” or  gak. Selalu aja keperawanan itu menjadi sesuatu yang sangat dipuja-puja para pria. Bagi cewek, keperjakaan seorang cowok juga sangat penting, tapi gak terlalu membuatnya jadi masalah. Makanya, keperawanan lebih sakral dibanding keperjakaan.

Namun, sekarang pandangan  masyarakat mau lebih bersikap adil terhadap keperawanan dan keperjakaan. Sekarang mereka menilai dua-duanya gak penting. Baik keperawanan ataupun keperjakaan gak usah dipermasalahkan. Adil kan? (Astaghfirullah… bisa aja nih, akal-akalan setan).

Sebelum dilanjut, kita bedah dulu nih, apa yang dimaksud dengan keperawanan dan keperjakaan? Masihkah kita perwaan or perjaka?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia perawan adalah perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; masih murni. Sedangkan Perjaka adalah laki-laki yang belum berumah tangga; bujang. Definisinya gak adil ya? Di definisi perjaka tidak memasukan unsur bersetubuh, padahal kalo definisi perawan ada tuh. Biar adil, kita tambahin aja definisinya… Perjaka adalah lelaki yang belum pernah bersetubuh dengan perempuan; masih murni.

Ini juga bukan persoalan selaput dara, karena jika hanya itu kedokteran sekarang telah canggih dan mampu mengembalikannya.

Tentang keperjakaan dan keperawanan ini terdapat dua unsur, yaitu (1) belum pernah bersetubuh dan (2) masih murni. Masih murni itu berarti belum “tersentuh” dan suci.

Jadi, walau selaput daranya belum pecah jika ia udah bersetubuh atau aktivitas yang mengarah untuk bersetubuh sebenarnya ia udah gak perawan or perjaka.

Kalo sepasang kekasih bercumbu melalui kissing, petting dan sentuhan lainnya hingga terasa bergejok… Lebih detail lagi, setiap usaha atau perbuatan yang mengarah pada persetubuhan, walau ia tidak melakukan intercourse, hakikatnya telah mencenderai keperawanan dan keperjakaan.

Keperawanan dan keperjakaan adalah sesuatu yang sangat berharga. Ketika ia tercederai maka Allah akan membalasnya dengan sangat keras. Karena, itu adalah dosa besar dan perbuatan yang keji.

Untuk mengetahui seseorang masih perawan atau tidak, hanya dirinya dan Allah yang tau. Tidak ada ciri-ciri fisik yang sangat pasti untuk dapat membedakan seseorang masih perawan or masih perjaka.

Nah, bagaimana dengan Anda? Mudah-mudahan tetap terjaga. Bagi yang sudah tercederai, sebelum terjerumus lebih dalam, mari sucikan diri dan bertaubat, Allah memberikan pesan…

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”[Qs Al-Baqarah:222].

“….janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[Az Zumar:53]. Wallahu a’lamu bish-shawab. (Ken Ahmad)

15 thoughts on “Masihkah Perjaka dan Perawan Dirimu?

  1. tema yang diambil cukup bikin kita bertanya-tanya..
    dalam pembahasannya cukup menarik dan banyak ilmu yang di dapat..
    good……………….^_^
    lanjutkan dalam menulis…
    karena tulisan mu adalah dakwah..moga bermanfaat buat kita semua
    sykron atas ilmu nya…

  2. assalamualaikum wr. wb.
    setelah saya baca artikel anda, saya tertarik dan ingin bertanya.
    sebelumnya saya ingin bilang kalau dilihat dari kenyataan yang ada banyak anak muda yang sudah kehilangan keperawanan maupun perjakanya. seiring dengan kemajuan jaman, gaya pacaran pun semakin beragam. semakin kecil pula kemungkinan menolak untuk berbuat maksiat. bahkan ada yang bilang “hari gini pacaran ga bercumbu, ga jaman dong”. pertanyaannya sekarang adalah apakah aku yang masih perawan ini bisa mendapat jodoh yang kuharapkan yaitu laki- laki yang masih perjaka? dan posisiku sekarang adalah berpacaran dengan orang yang sudah pernah ML dan aku sangat mencintainya. semua itu aku anggap masa lalunya tetapi dalam hati kecilku tetap saya ingin mendapat yang suci. salahkah aku? apa yang harus aku lakukan? trima kasih

    • Sylvia, cinta yang merekah dari hati yang sama-sama suci, sama-sama saling mencintai, adalah esensi dari semua itu. Jika memang kamu benar-benar mencintainya, dan kekasihmu pun demikian, maka tak perlu ada keraguan. Kecuali kalau kamu berubah pikiran, tidak yakin bahwa kekasih Mbak adalah orang yang cocok untuk mendampingimu.🙂

  3. Wa’alaikum salam wr wb.
    Jodoh adalah rahasia Allah.. Berdoalah kepada Allah jodoh yang terbaik untukmu. Allah hanya memberitahukan secara umum dengan orang seperti apa kita berjodoh sebagaimana firman Allah sbb:
    “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” (QS An-Nur: 26)

    Jika kamu merasa bahwa dia tidak baik dan akan meninggalkan luka dan mencederai ketulusan cintamu. Segera tinggalkan ia.. Jangan khawatir kamu tidak dapat jodoh. Allah akan sediakan jodoh yang terbaik untukmu sesuai dengan kualitasmu.

  4. Assalamu’alaikum wr. wb.
    Saya tau klo mendekati zina sj sdh dilarang, namun saya justru terjerumus di dlmnya. Sy jadian sm A. Kami pernah berciuman, petting. Krn ad ketdkcocokan akhirnya kami putus. Kmd sy berpcrn dg B, org yg memang sy cintai lbh dlu dbanding A. Gaya berpacaran sy cukup parah hny belum pernah intercourse, it menunjukkan klo sy memang mencintai si B
    Pd awalnya si B g tw sejauh mn hub sy dg si A. Stlh si B tw dy marah dan sejak it lbh sering meminta kpd saya utk melakukan ciuman petting dll meskipun tdk sampai intercourse jg. Sy merasa muak dg diri saya, sy sgt menyesal. Sy ingin berhenti melakukannya, sy ingin jd wanita yg baik. Tp si B malah merasa diperlakukan tdk adil klo sy menolak melakukannya. Sy mencintai si B. Sy ingin sekali membuat dia memahami keinginan sy utk bertobat, namun sptnya dy tdk bs menerima. Mgkn wajar klo dy menuntut utk tetap diperlakukan sm dg si A,baginya it bru adil. Pdhl justru dg si B sy lbh parah. Saya lelah melakukan kesalahan2 itu. Ap yg hrs sy perbuat thd si B? Sdgkn kmi sdh tunangan dn hampir menikah. Sy mohon bantuannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s