Jenuh Mencari Jodoh

Alhamdulillah… saya bisa menjumpai sobat TJ (Tabir Jodoh) lagi. Setelah satu minggu disibukkan dengan kegiatan-kegiatan di bulan Ramadhan ini, akhirnya saya kini bisa nulis kembali tentang jenuh mencari jodoh (uh, so sibuk en so penting bangets ya… hehe). Mudah-mudahan sobat TJ dalam kondisi yang sehat wal afiat dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Amin

Kita bahas cinta dan jodoh lagi neh! Jenuh gak ya? cinta lagi, jodoh lagi… Mungkin aja jenuh, apalagi bagi para pencari cinta yang belum juga dapat mewujudkan impian menuju keindahan dunia yang di janjikan (baca: menikah). Padahal, beberapa saran dan tips mencari jodoh mungkin sudah banyak dipelajari, tapi hasilnya nihil.

Jenuh! Wah, hati-hati bro… ternyata jenuh sangat berbahaya bagi para pejuang cinta. Seberapa bahayakah? Selain itu, apa sih yang menyebabkan jenuh dalam pencarian jodoh? So, stay tune terus di TJ. Yuk, mari…!

Bahaya jenuh dalam pencarian jodoh adalah sebagai berikut:

Pertama, jenuh menyebabkan kita semakin jauh terhadap jodoh. Ketika jenuh, ia cenderung berputus asa dan berbalik membenci perihal jodoh. Setiap kali ia mengingat jodoh dan teringat kegagalan yang senantiasa terulang, hal itu semakin menyiksanya. Tepatnya, ia trauma dengan hal-hal yang berkaitan dengan jodoh. Walhasil, ia menutup diri dan mencari pelampiasan lain. Misal, ia bersumpah tidak akan menikah dan bertekad untuk hanya beribadah kepada Allah. Dengan begitu hatinya terasa tenang dan damai. Atau ia kemudian konsentrasi untuk mengambil pendidikan setingi-tingginya dan meniti karir. Akhirnya, ia akan semakin lupa dan merasa tidak membutuhkan jodoh… Ketika ia tersadar bahwa ia membutuhkan pasangan hidup, keadaan malah semakin sulit… karena umur udah gak muda lagi bro.

Kedua, Jenuh mencari jodoh menyebabkan seseorang mudah tersinggung dan emosional (tempramen tinggi). Ia berburuk sangka terhadap Allah, terhadap sesama manusia, bahkan buruk sangka terhadap diri sendiri (menganggap diri tak berguna). Ia gak terima karena gak laku-laku (emangnya barang? :D)

Ketiga, jenuh mencari jodoh bisa menyebabkan kita kufur nikmat, tidak mensyukuri pemberian Allah selama ini. Padahal, jika ia renungi ia tak akan sanggup menghitung semua nikmat yang telah Allah berikan. Ia terlupa bahwa Allah telah mengujinya dan hendak menaikkan derajatnya. Bukankah hanya orang-orang yang beriman yang diuji oleh Allah?

Nah, untuk menghindari jenuh dalam pencarian jodoh, kita mesti tau penyebabnya. Penyebabnya adalah kita terlalu menggebu-gebu melakukan pencarian dan lupa bahwa Allah yang menentukan. Semua energi siang-malam dihabiskan untuk memikirkan jodoh. Ia lupa bahwa walaupun jodoh mesti dijemput dan dicari, jodoh merupakan ketetapan Allah dan tidak selalu sesuai dengan kehendak kita. Ketika hasil tidak sesuai harapan, jenuh dan putus asalah ia…

Oleh karena itu, dalam mencari jodoh, selain harus serius, kita juga mesti sabar dan tenang. Banyak berdoa dan jangan berprasangka buruk terhadap Allah… Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya.  Jika kita banyak berdoa dan baik sangka, mudah-mudahan Allah akan segera mengabulkan. Apalagi ini Ramadhan,  doa-doa lebih mustajab di bulan penuh rahmat ini. Sudahkah Anda siap mencari jodoh kembali? Wallahu’alam (ken Ahmad)

4 thoughts on “Jenuh Mencari Jodoh

  1. Boleh tanya?
    Apakah jodoh itu sudah ditetapkan perihal orang, maupun tempat dan waktunya (siapa, kapan, dimana)? Dan itu ga bakalan ketuker kan???

    Sy prnah dnger klo wanita trcipta dr tulang rusuk laki2, sedangkan tulang rusuk itu kan banyak, ga cm satu, apa itu artinya stiap laki2 emang diciptakan untuk beberapa perempuan? Ga adil dong… Sy jg prnah dnger klo jodoh qt tu adalah nafs(jiwa) kita. Stiap jiwa kan cm satu, gmn ceritanya klo suami yg bnyk istrinya?

    Trus bagaimana dg nasib perawan tua? Apakah mereka sperti itu krn emang udah takdirnya??? Smntara mreka sndiri sbnernya pngen nikah.

    Maaf klo curhatannya tlalu bnyk…
    Sy hanya mncoba mncari sdikit jawaban atas prtanyaan2 khidupan yg sngt mmbingungkan ini…..

    • PERTAMA
      Dua hal yang perlu dicermati, yaitu (1) Ketetapan (qodho) Allah dan ilmu Allah yang mengetahui semua hal yang telah, sedang dan akan terjadi tentang manusia yang tercatat dalam lauhul mafudz (takdir/qodar); (2) Ikhtiar yang harus dilakukan manusia untuk mewujudkan setiap perintah Allah.

      Di satu sisi jodoh kita merupakan ketetapan dan takdir Allah yang telah tercatat lauhul mahfudz, di sisi lain Allah pun memerintahkan kita untuk menjemput jodoh. Dalam hal ini, ketika berikhtiar mencari jodoh kita jangan mencampuradukannya dengan ketetapan dan takdir Allah. Berikhtiar dan ketetapan Allah adalah dua hal yang berbeda dan tidak boleh dicampuradukan.

      Cukuplah ketetapan Allah, takdir dan ilmu Allah mengenai segala sesuatu itu merupakan kebesaran Allah dan kemahaluasan ilmu-Nya. Itu adalah wilayah akidah dan keimanan kita thd Allah. Walaupun Allah telah menetapkan dan tahu siapa, kapan dan dimana dipertemukan jodoh, cukup itu sebagai keyakinan dan keimanan kita terhadap ilmu Allah yang maha luas. Bukan wilayah kita untuk mempertanyakan tentang hal itu, manusia tidak akan pernah tahu ttg takdirnya. Manusia hanya wajib berikhtiar mencari jodoh dengan usaha yang maksimal, rasional dan mengutamakan kaidah sebab akibat. Allah pun melarang manusia untuk bersikap fatalis (pasrah).

      KEDUA
      Wanita diciptakan dari tulang rusuk hanya berlaku bagi Siti Hawa. Sedangkan selain siti hawa, wanita hanya mewarisi sifat sebagaimana sifat tulang rusuk yang bengkok dan sukar diluruskan. Oleh karena itu, ketika wanita melakukan kesalahan harus diluruskan dengan hati-hati dan pelan-pelan krn jika tidak demikian ia akan patah (hancur). Dan jika dibiarkan maka wanita itu akan tetap bengkok dan tetap berada dalam kekeliruannya. Itulah maksud dari wanita diciptakan dari tulang rusuk lelaki.

      Mengenai poligami, beristri lebih dari satu dan maksimal 4, itu hukumnya boleh (mubah) dalam islam, walaupun ada juga yang mengatakan itu sunnah. Tapi saya sendiri mengambil pendapat bahwa poligami hukumnya mubah. Allah mengetahui yang terbaik bagi seluruh hamba-Nya, sehingga Allah menghalalkan poligami. Dengan demikian kita tidak bisa mengharamkan poligami.

      KETIGA
      Mengenai perawan tua atau perawan muda… atau bahkan semua yang terjadi adalah takdir. Tapi sekali lagi, dalam berusaha mewujudkan semua perintah Allah dan mencapai semua tujuan hidup kita, kita mesti berusaha semaksimal mungkin dan melakukan kaidah sebab akibat. Dan Allah melarang kita bersikap fatalis (pasrah). Dalam hal jodoh pun demikian, kita juga dilarang hanya menunggu.. sudahkan kita berusaha mencari jodoh secara maksimal dan terus menerus?

      Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s