Memelihara Kepekaan Cinta

kiat mendapatkan jodohCatatan Ini penting bagi mereka yang sedang mempersiapkan diri dan menanti datangnya jodoh. Ilmu tentang cinta yang terpelihara…

Baiklah sobat, kali ini saya mencoba untuk membahas tentang penyebab matinya cinta… Ketika cinta yang engkau berikan tak berarti sedikit pun bagi pasangan… lantas, apa penyebabnya? Langsung aja bro, kita meluncur ke TKP.

Menarik, apa yang diungkapkan psikolog tentang apa yang mereka teliti mengenai penyebab kehancuran sebuah perkawinan. Psikolog L.K White dan Schoen yang dikutip oleh M. Fauzil adhim dari Papalia & Olds, 1995 (Wah, panjang bener riwayatnya :)), mereka mengatakan bahwa ada dua hal yang secara meyakinkan penyebab kehancuran sebuah pernikahan. Yaitu, pertama, hidup bersama sebelum menikah, dan kedua, melahirkan sebelum menikah alias NBA (Nikah Bunting duluAn :)).

Hal ini cukup beralasan, kehidupan bersama sebelum nikah menyebabkan kebosanan dan melemahnya kepekaan cinta saat memasuki rumah tangga. Kurang lebih, itulah kata mereka berdasarkan fakta yang mereka teliti. Semakin dalam hubungan cinta sebelum menikah, akan semakin besar pula potensi kematian cinta setelah menikah kelak. Pasangan akan kurang bisa merasakan cinta dan kasih sayang. Meskipun memberi perhatian yang besar, tetapi ketika perhatian itu tak dirasakan, pada hakikatnya sama seperti tak ada perhatian.

Muncullah kejenuhan, rumah tangga terasa hambar, tak ada lagi rasa menderu dan getaran saat pasangan mencubit mesra. Semua terasa biasa… bahkan cenderung membosankan. Jika sudah begini, apa yang bisa diharapkan lagi? Kesalahan sedikit dan remeh menjadi pemicu konflik yang amat besar. Kebaikan yang coba ditanamkan, dianggap sebagai hal kecil dan tak bernilai. Ujung-ujungnya pasangan kita meminta, “pulangkan saja aku pada orang tuaku” (hm, kaya syair lagu dangdut).

Tentu berbeda dengan pernikahan yang dilakukan melalui komitmen dan prinsip-prinsip islami. Sebelum menikah mereka benar-benar menjaga kesuciannya. Hasilnya, walau sudah lama berumah tangga, akan terasa berbulan madu sepanjang hari. Cinta mereka begitu peka dan sensitive terhadap sekecil apapun kasih sayang yang diberikan. Mereka sangat menghargai cinta dan kebaikan pasangannya, serta belomba-lomba berbuat kebaikan satu sama lain. Rumah tangga bagaikan ladang amal yang mereka tanami dengan kasih sayang, hingga meraka tuai kesegaran buah cinta itu baik di dunia maupun di akhirat.

So, tarik nafas dalam-dalam, renungkan kembali… Sudah seberapa jauhkah cinta yang kau lepas untuk lelaki atau wanita yang belum tentu jadi pasanganmu? Tarik kembali cintamu…! Dekap ia, pelihara, dan simpan baik-baik di lubuk hati yang paling dalam. Jangan sampai ia cacat dan hilang kepekaannya ketika kau persembahkan pada pasanganmu kelak.

Nah, kini sudahkan Anda bersemangat menjaga kesucian cinta yang hampir terlepas? Wallahu ‘alam (Ken Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s