Menikah, Lebih dari Sekedar Cinta

Menikah, tidak sekedar nikmat… kita juga mesti tahu bahwa banyak kepahitan yang mungkin akan kita temui kelak. Bukti pahitnya dunia setelah nikah, banyak rumah tangga yang cekcok dan pada akhirnya memutuskan untuk bercerai. Padahal, bisa jadi sebelum menikah mereka saling mencintai. Nah, pada pembahasan kali ini kucoba menulis tentang cinta dalam pernikahan… mengapa cinta saja tidak cukup menjadi bekal pernikahan? Yuk, tarik mang!

Diantara jenis cinta adalah cinta yang bangkit karena ketertarikan fisik, dorongan seksual dan erotisme. Inilah cinta buta, cinta yang memabukkan dan membuat orang tak sadarkan diri. Cinta yang dikendalikan oleh nafsu, bukan pikiran dan keimanan. Inilah cinta yang memiliki komitmen rendah.

Cinta semacam ini mudah menyala namun mudah pula padamnya. Perkawinan yang dilandasi oleh cinta semacam ini akan cepat berakhir. Karenanya, berhati-hatilah jika yang memenuhi benak Anda tentang orang yang akan Anda nikahi hanyalah bayang-bayang kecantikannya serta mimpi-mimpi tentang erotisme seksualnya. Jangan-jangan Anda menikah hanya semata terdorong karena kecantikannya, sebab inilah jenis cinta yang paling cepat menemui ajalnya.

Coba perhatikan pasangan-pasangan aktor dan aktris yang begitu tampan dan cantik. Atas nama ketidakcocokan dengan mudah mereka bercerai. Pernikahan seperti permainan. Padahal, mungkin orang awam akan menyayangkan hal itu… bahkan ada yang nyeletuk, “Wah, segitu cantiknya koq di-cere-in? Gue sih, jandanya juga mau”. Ck ck ck… Itu contoh cinta erotisme dan dorongan seksual.

Lantas, landasan apa yang harus ada pada sebuah pernikahan? Jawabnya adalah KOMITMEN. Bagi umat Islam, komitmen berkaitan dengan ideologi dan akidah yang dianutnya. Maka, dalam komitmen itu akan melahirkan niat menikah hanya semata-mata untuk beribadah, menyempurnakan agama dan meraih ridho Allah, sekaligus merengkuh nikmat yang Allah berikan di dalamnya. Komitmen itu akan melahirkan sikap untuk tetap memberi perhatian, pelayanan dan penerimaan yang tulus terhadap pasangannya. Semua akan tetap terasa nikmat dan bahagia walau dunia tak sesegar malam pertama.

Komitmen pula yang melahirkan kekuatan untuk tetap mencinta meski tak ada pesona dan tetap setia meski di luar bunga-bunga segar mungkin bersemi lebih indah. Jika demikian, apakah Anda siap menikah? (ken Ahmad)

One thought on “Menikah, Lebih dari Sekedar Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s