Yang Ngebet Nikah, Kuatkan Tekadmu!

Sobat ikhwan sekalian… apa yang menghalangimu untuk menikah? Setelah ku bertanya demikian ke beberapa ikhwan, mereka menjawab, “aku takut gak bisa ngasih makan istriku kelak”.

Dari sekian banyak ikhwan, itulah jawaban mayoritas ikhwan. Perasaan ikhwan secara umum mungkin demikian, khawatir dan takut gak bisa memberi nafkah ketika menikah… makanya, mereka nunggu harta kumpul dulu.

Padahal, setelah bertahun-tahun cari harta tetep aja belom sukses. Akhirnya, harta gak dapet, istri juga gak ke-gaet, sedangkan umur udah semakin mepet. Wk wk wk..

Beda dengan kasus yang satu ini, setelah terlanjur zina sepasang kekasih ini bertekad untuk menikah walau bagaimana pun caranya, bahkan akhirnya mereka nikah sirriy (menikah secara rahasia, diam-diam). Sang istri siap hidup sederhana, atau gak dikasih nafkah sampai sang suami mampu memberi nafkah. Yang penting hubungan keduanya sudah halal dan tidak memperbanyak dosa. Begitu ungkap mereka, keliatan dewasa tapi juga bikin hati ini miris…

Sangat disayangkan, kenapa keberanian itu muncul saat diri udah terlanjur kecebur sumur (eits, kecemplung dosa bro).  Coba keberanian dan tekad itu muncul secara murni karena ingin menjaga kesucian di samping merengkuh nikmat yang telah Allah janjikan. Dengan tekad yang kuat, kita bisa melobi berbagai pihak untuk menikah tanpa harus sirriy. Gak apa-apa  walau hanya dengan riungan selametan dengan nasi tumpeng. Yang penting barokah. Saya juga punya temen yang memiliki tekad kuat untuk menikah walau dengan sederhana. Akhirnya, ia berhasil menikah dan berumah tangga dengan bahagia. Masalah ekonomi, itu berproses, lambat laun stabil juga tuh.

Ok bro, selain kesiapan ilmu dan mentalitas, menikah tidak memerlukan kesiapan ekonomi, tapi cukup dengan kesiapan memberi nafkah (meminjam istilah M. Fauzil Adhim). Apa bedanya bro? KESIAPAN EKONOMI sebagaimana banyak ditafsirkan oleh banyak orang adalah kemampuan ekonomi yang dimiliki oleh seorang laki-laki sehingga dengan kemampuan itu ia bisa memberi nafkah. Sementara, KESIAPAN MEMBERI NAFKAH lebih terkait dengan kesiapan untuk sungguh-sungguh bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya sehingga meskipun saat menikah tidak memiliki kemampuan ekonomi yang memadai, ia tetap dapat menafkahi keluarganya. So sweet…

Memang, hanya orang beranilah yang dapat menikmati hidup. Bagaimana dengan Anda? Ken Ahmad.

5 thoughts on “Yang Ngebet Nikah, Kuatkan Tekadmu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s