Naluri Seksual (#2)

Sambungan dari bagian 1…

Jadi, pemenuhan naluri seksual itu hanya untuk suami istri ya? Terus, bagaimana kita-kita yang belum punya pasangan, padahal GEJOLAK itu selalu meluap-meluap meminta pemenuhan?

Yups, betul. Jika naluri seseorang bergejolak, sudah tentu membutuhkan pemuasan. Kalo udah terpenuhi, kita akan merasa tenang dan tentram. Sebaliknya, jika naluri itu tidak bergejolak, tidak perlu pemuasan.

Pada saat naluri seksual menuntut pemuasan, hal itu akan mendorong seseorang untuk memenuhinya. Jika belum terpenuhi, akan timbul kegelisahan. Barulah setelah gejolak turun, akan hilang rasa gelisah itu. Bagi yang belum punya pasangan sah, tegangan dari GEJOLAK SEKSUAL bisa turun sendirinya. Misalnya, lagi melamun sendiri di kamar, tiba-tiba ada yang ketok-ketok pintu keras bangets… Ternyata ibu kos nagih uang bulanan. Dijamin turun dach tuh “tegangan” ketika liat wajah ibu kos yang sangar , hehe.

Tapi, repot juga kalo untuk meredakan gejolak seksual harus nunggu ibu kos terus. Tenang aja bro, kalau gak ada ibu kos, paling cuma gelisah doang. Naluri seksual yang bergejok itu tidak akan membunuhmu. Naluri yang tidak terpenuhi hanya akan mengakibatkan kegelisahan dan kepedihan yang sangat menyakitkan. Bisa dibilang seperti penyakit TBC (Tekanan Batin Cinta). Sakit atau gak, tergantung kadarnya bro. Tapi tetep aja, separah-parahnya kegelisahan itu, tidak akan meyebabkan kematian. Beda kalau kita laper dan haus, butuh makan dan minum. Itu sih, wajib adanya. Kalo gak terpenuhi, kita bisa say good bye… bangun-bangun udah ada malaikat Munkar Nakir. Ngeri ‘kan tuch!

Tapi tetep, walaupun gak mati, kita bisa kurus kering akibat kegelisahan yang tak kunjung padam. Terus gimana donk solusinya? Hm… Ini jurus andalan untuk mengendalikan naluri seksual. Untuk bisa mengendalikannya, kita mesti kenal lebih jauh hal-hal yang dapat membangkitkan naluri seksual.

Ada dua faktor yang dapat membangkitkan naluri seksual: (1) fakta yang dapat diindera; (2) pikiran-pikiran yang dapat mengundang bayangan-banyangan atau fantasi tertentu. Jika faktor-faktor itu tidak ada, naluri seksual tidak akan bergejolak. Sebab, gejolak naluri tersebut bukan berasal dari faktor-faktor internal. Berbeda dengan kebutuhan jasmani yang muncul dari internal, seperti kebutuhan makanan, ada atau tidaknya rangsangan dari luar, tubuh kita dari dalam akan tetap merasakan lapar dan butuh makanan. Naluri seksual terbangkitkan oleh faktor eksternal, yaitu fakta-fakta yang terindera dan pikiran-pikiran yang dihadirkan (yang biasa kita sebut Omes alias otak mesum).

So, jurus menurunkan gejolak seksual yang Islam berikan adalah menjauhkan segala hal yang dapat membangkitkan naluri seksual, baik berupa fakta-fakta cabul maupun pikiran-pikiran porno. Nah, kalo dengan jurus andalan itu tetap gak bisa menurunkan tegangan, maka terpaksa deh, kita keluarin jurus pamungkas. Apaan tuchhh? M E N I K A H L A H ! So, jurus mana yang Anda pilih? Wallahu a’lam (Ken Ahmad)

One thought on “Naluri Seksual (#2)

  1. suBhaNaLLah. . .
    khOir banGt nT punya tulisan shaff..
    cm ane lagi lieur euy,,bagaiMANA cara memaksimalkan syareat wat cari jodoh yang sbenernya,
    biar smw kebutuhan bisa kita dapt dalm satu PAKET..
    kebahagiaan dan ketentraman hidup dunia akherat!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s