Ketika Hati Wanita Ternoda (#2, Tamat)

Di antara keutamaan menikah dengan gadis perawan adalah mereka lebih rela dengan nafkah yang sedikit. Anda bisa berumah tangga mulai dari nol, dari keadaan tidak punya apa-apa sama sekali. Penghasilan pas-pasan dan rumah kontrakan tipe RS7 tidak menjadi persoalan. Tidak berkurang sedikit pun kemesraan dan ketulusannya. Itulah yang dikatakan Rasulullah, “….. lebih rela menerima (pemberian, nafkah) yang sedikit”.

Ketika menelisik kehidupan nyata saat ini… muncul pertanyaan, adakah gadis baik saat ini ketika kehormatan dan kesucian dianggap tidak penting lagi? Ada gak ya? Hm.. Anda mungkin bisa membayangkannya ketika melihat pergaulan muda-mudi di sekeliling Anda. Kalo saya sih, hanya bisa mengelus dada (bukan sok suci lho, ngelus dada karena haus nih, eh salah ya, harusnya ngelus kerongkongan… maksa hehe).

Kesucian cinta yang seharusnya hanya dipersembahkan untuk sang suami, apa jadinya jika telah ternoda? Kisah Rani, Rebeca dan Yayuk adalah hanya sekelumit kisah di permukaan. Banyak fakta dan cerita yang lebih parah dari sekedar cerita ringan Rani, Rebeca dan Yayuk. Menurut survey BKKBN tahun 2008, 63 persen remaja Indonesia pernah berhubungan seks. Parahnya, hasil penelitian Komnas Anak pada tahun yang sama menunjukkan 62,7 persen remaja SMP sudah tidak perawan lagi. Wow… kapan melakukannya ya? Saat belajar kelompok kali! hehe

Kasihan suami kita kelak. Ia kita berikan cinta sisa orang. Sang istri telah ternoda dan sudah “tidak perawan” (dalam makna kiasan ataupun sungguhan). Kelak, ketika sudah bersuami, wanita yang hatinya telah ternoda cenderung membandingkan suami dengan hal terkesan di masa lalu bersama “sang mantan”. Akibatnya, ia tidak terima jika suami tak sesuai dengan harapannya. Tepatnya, tidak sesuai seperti sang mantannya.

Mungkin itu salah satu penyebab tingginya perceraian saat ini. Menurut KUA, setiap 100 orang yang menikah, 10 pasangannya bercerai. Umumnya mereka yang baru berumah tangga (KUA 2007). Tahun 2007 aja sudah seperti itu, apalagi tahun sekarang 2010… pasti lebih tinggi lagi. Terus kalo tahun 2012? (Jangan bilang Kiamat sudah dekat!)

Benar pernyataan Rasulullah, “Kawinilah gadis…”! Pengalaman bercintanya pertama kali hanya dengan suami. Apapun kelemahan dan kekurangan suami (yang tidak bertentangan dengan hukum syara), ia akan menerimanya. Karena ia belum punya pembanding yang lebih perfect sebelumnya. Cintanya akan ia tumpahkan seutuhnya untuk sang suami.. Betapa indah!

Nah, bagi wanita yang lagi pacaran… hati-hati… hatimu ternoda. Jangan biarkan dirimu termangsa. Kalo bisa, langsung minta nikah ke cowoknya. Cowok biasanya ingin enaknya aja, tapi gak mau tanggung jawab. Ibarat kata, “Cowok lo yang makan nangkanya orang lain yang kena getahnya…” (hmm, udah mulai 17+ nih).

Kalo cowok gak mau menikahimu atau belum siap nikah, putusin aja sebelum mereka semakin banyak menggoreskan noda. Setelah pria memberi noda, apakah Anda bisa menjamin mereka tetap di samping Anda? Tak ada penjara yang mampu memenjarakan hati pria di dunia ini ketika pria itu sudah dapat apa yang diinginkannya.

Selamatkan diri Anda segera! Soal jodoh, serahkan pada Allah… lebih baik kita mempersiapkan diri menjadi wanita terbaik untuk suami kita kelak. Ketika Anda bersiap diri, insya Allah jodoh akan menghampirimu. Kelak, belajarlah mengenal suami apa adanya. Anggap saja, ia lelaki pertama yang engkau kenal.. Dialah lelaki sejati yang akan menemanimu sepanjang hayat. Jangan kau sakiti mereka dengan mengungkap dosa lama. Dengan membandingkan dan memimpikan sang mantan atau pujaan dalam kehidupan rumah tangamu. Tutuplah masa kelammu.. pejamkan mata dan bertaubat.

Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”[Qs Al-Baqarah:222].

“….janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[Az Zumar:53]. Wallahu a’lamu bish-shawab. (Ken Ahmad)

12 thoughts on “Ketika Hati Wanita Ternoda (#2, Tamat)

  1. owh…begitu y…syukron atas tulisan’a…:-) jadi sbg cewek harus tegas….seperti’a akan sangat sulit nh…tapi SMANGAT lah…

  2. subhanallah, ALLAH benar-benar sungguh MAHA SEGALANYA. wanita di beri kenikmatan namun juga melanggar untuk memberi lebih. dan pria terbujuk rayu, dan pria menjadi jahat.. naudzubillah..

    wanita adalah perhiasan dunia yang bermata dua. wanita sungguh luar biasa indahnya..

  3. Semua argument di atas ada benarnya… Tp gmn dgn yg dah gak perjaka. Perempuan dituntut utk tetap perawan. Tp laki-laki gk ada tuntutan utk tetap perjaka. Harusnya kita perlu mengedepankan pentingnya menjaga kesucian baik laki-laki dan perempuan. Bukan cuma perempuan. Toh yg merawanin perempuan kan laki-laki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s