Modal Nikah Bukan Uang, Sobat!

Tak bisa dipungkiri uang dibutuhkan dalam hidup ini, namun bukan hal yang utama terutana kaitannya dengan mencari jodoh. Karena, Allah sudah menjami rezeki semua mahkluk-Nya. Maka terkait dengan nikah, uang bukanlah modal nikah. Simak kisah nyata berikut yang menggambarkan pernikahan sedernaha dan uang bukanlah segalanya.

Ada cerita yanMenikah butuh uangg mungkin menarik untuk disimak. Ini bukan ramalan jodoh. Kisah nyata…

Satu tahun yang lalu, seseorang ditanya oleh guru ngajinya, apakah kamu sudah ada niat menikah? Saat itu usianya tepat 23 tahun. Ia pun menjawab akan menikah satu tahun lagi karena gak punya biaya nikah. Kemudian ia gunakan waktu satu tahun untuk mengumpulkan uang biaya nikah.

Ternyata selama satu tahun, ia malah kecanduan kegiatan tertentu (halal) yang menguras banyak uang. Hingga hari ini ia ga punya uang sedikit pun untuk menikah. Waktu dan uang terbuang sia-sia. Baru-baru ini guru ngajinya bertanya lagi, “Kapan anda ada niat nikah?”

Ia pun menjawab “Beberapa bulan ke depan saja”, (bila ada calon yg bersedia).

Sungguh aneh memang, menunda waktu nikah dengan alasan mengumpulkan biaya nikah malah sekarang gak punya uang sedikit pun. Sungguh kontraproduktif dan berlawanan dengan kehendak!

Hal tersebut sering terjadi padapara ikhwan. Bahkan kebanyakan orang terlalu mengandalkan logika dunia dan lupa bahwa Allah pencipta dunia dan pemberi rizki hingga tidak ada satu hewan melata pun luput dari pemberian rizki-Nya.

Memang uang perlu dipersiapkan, namun uang bukan hal yang dijadikan keutamaan. Karena, menikah adalah salah satu bentuk rizki yg telah ditakdirkan. Tidak perlu ragu menjemput rizki yang telah Allah gariskan. Bahkan Allah berfirman “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32).

Namun, mayoritas orang mengira dengan banyak uang akan mudah menikah? Tidak juga. Jodoh bukan ditentukan oleh uang. Fenomena yg “aneh” dan kontraproduktif di atas sebenarnya bukan hal aneh, karena soal jodoh, Rizki, maut hanya Allah yang tahu. Karena sudah ditentukan, jodoh hendaknya kita jemput dan terima baik ada uang ataupun tidak.

Kesimpulannya, bila anda sudah bertemu calon (saling suka) maka jangan lagi menunda-nunda nikah, berdoa, lamarlah dengan rizki yang ada, tawakkal, serahkan semua soal rizki pada Allah, insya Allah ada jalan dan lancar.

Saya jadi teringat kisah pribadi… Waktu itu, suami saya nekad melamar saya walau gak punya uang. suami saya bilang ke orang tua saya: “saya punya uang hanya untuk syukuran, apakah ibu mau menerima saya sebagai menantu?”. Saat itu orang tua saya terlihat bingung dan kaget… mereka pun gak punya uang, makanya ortu langsung menjawab, “satu tahun lagi de, kami izinkan ade untuk menikah (de: panggilan ortu terhadap suamiku waktu itu)”. Kemudian, suamiku menyahut: “Jika rencana bapak-ibu demikian, berarti puteri bapak-ibu bukan jodoh saya. Maaf, saya hanya punya dua pilihan: MENIKAH SAAT INI atau TIDAK MENIKAHI ANAK BAPAK-IBU SELAMANYA.

Alasan suami cukup sederhana, jika ditunda tahun depan ia khawatir terjerumus dosa selama masa penantiannya. Selain itu, ia meyakini, jika jodoh pasti pernikahan akan terjadi. Jika tidak disetujui, artinya bukan jodoh. Saat itu pula suamiku langsung pamit dan meminta maaf kepada kedua orang tuaku karena anaknya bukanlah jodohnya.

Ketika pulang, suamiku ditawari untuk menikahi akhwat lain. Kebetulan, akhwat tersebut sudah siap dan ingin menyegerakan menikah. Tentu saja, itu sesuai dengan keinginan suamiku yang ingin cepet-cepet menikah juga.

Satu minggu kemudian, keajaiban terjadi… Ibuku menghubungi suamiku sesaat sebelum suamiku menghubungi akhwat lain yang hendak ia ta’arufi. Menurut suamiku, ia akan menghubungi akhwat lain ba’da ashar. Namun, sebelum ashar tiba, tepat pukul 3 sore, ibu menghubungi suamiku dan menyetujui pernikahan kita. Bayangkan, kami hanya mempersiapkan pernikahan selama satu bulan semenjak ibuku menghubungi suamiku. Saat itu, suamiku juga ortu gak punya uang untuk merayakan pernikahan. Suami tetap tegas, punya uang ataupun tidak, pernikahan harus tetap diselenggarakan.

Hari demi hari menuju tanggal pernikahan kami lalui… Tidak disangka, semuanya dimudahkan. Saudara dari pihak lelaki maupun perempuan, tanpa diminta, berinisiatif untuk membantu… Hingga pada hari H, kami bagaikan raja dan ratu… tidak kurang dari 600 lebih tamu hadir ke pernikahan kami. Tamu yang lumayan banyak untuk ukuran pernikahan sederhana. Tapi, yang terpenting adalah bukan hal itu. Yang penting, kami berdua sudah menjadi suami istri dan halal untuk berkasih sayang dan mengekspresikan cinta yang telah Allah karuniakan.

Bagaimana dengan anda, apakah juga pernah menunda-nunda pernikahan hanya karena hambatan Harta? Baca juga artikel: Nggak Nikah Sebelum Sukses. Bagaimana pendapat akhi dan ukhti tentang peristiwa ini ? Wallahu a’lamu bish-shawab. (Ken Ahmad)

8 thoughts on “Modal Nikah Bukan Uang, Sobat!

  1. aslmkum..bner uang g” bleh jd trget kpn nkh..1 thun sy berfikir cari uang dlu dpt pi ad aj yg mmbuat usng itu trpke..akhirny skrng sy mantapkn ingin mnkah..pi blum ad clon..

  2. Assalamualaikum…
    Artikelnya sangat menginspirasi sekali, terutama bagi saya yang rencananya akan menikah tahun 2016 ini, saat ini keadaan ekonomi saya persis seperti apa yag diceritakan pada artikel ini bahkan sedihnya lagi saya masih punya hutang di bank yang harus saya lunasi 1,5 tahun lagi.

    Tapi niat ingin menikah begitu kuat, saya yakin dengan Allah akan memberikan lebih rizqinya kepada saya setelah menikah nanti akan bertambah rizqinya.

    Mohon do’anya kawan-kawan.
    “Innamaa Amruhuu Idza Aroodha Syaian An-yaquula Lahuu Kun Fayakuun”.

  3. Jaman sekarang mana ada wanita dan mertua seperti itu. Syarat mutlak org2 jaman sekarang silelaki harus mapan punya uang yang cukup dan pekerjaan yang bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s