Cantik…Oh, Cantik

Jika seorang lelaki memiliki istri yang cantik, biasanya timbul perasaan ujub dan sombong. Kemana-mana ketika jalan berdua, ia akan merasa bangga seraya membusungkan dada. Lelaki itu akan berkata dalam hatinya, “Woi lihat donk nih, istri gue cakep bener, berarti gue bukan orang sembarangan karena dapetin istri cantik.” Kemudian ia akan melirik-lirik memperhatikan siapa saja yang memperhatikan istrinya. Semakin membusunglah dadanya ketika sang istri banyak diperhatikan dengan decak kagum oleh orang lain.

Bagaikan boneka cantik, kemana pun ia pergi, sang istri akan dibawa, dijinjing dan ditimang-timang. Dengan percaya diri tinggi dan rasa bangga yang memuncak, ia akan tunjukkan ke rekan-rekannya dalam setiap pertemuan atau pesta. Kalau mau kondangan istri seolah seperti kado atau angpau yang tidak boleh ketinggalan. Seakan-akan ketika itu ia berkata, “ini lho istriku, cantik ‘kan? Siapa dulu donk suaminya? Kalau cari istri kaya begini donk, kelas atas!”

Ia tak tahu bahwa istri cantik adalah cobaan berat. Lebih-lebih jika wajah suami pas-pasan. Sang istri pasti selalu mendapat bisikan setan, “saya kan cantik, saya bisa mendapatkan lelaki tampan dan kaya. Koq, saya malah punya suami jelek dan tidak bisa memenuhi segala keinginanku secara materi.” Akan terlintas rasa penyelasalan… Akhirnya, sang istri akan melayani suami dengan setengah hati.. seenaknya aja… Malahan, sang suami yang sering disuruh-suruh dan diperbudak oleh istrinya. Permintaan cerai tak mustahil terlontar dari si cantik.

Dari hasil penelitian University of California, perempuan yang merasa dirinya cantik dan menarik dilaporkan lebih gampang marah. Peneliti menduga, perempuan tipe seperti itu terlalu berharap lebih sehingga ketika harapannya tidak terpenuhi mereka akan marah (detikhealth, 1/03/2010).

Coba renungkan perkataan Rasulullah ini, “Janganlah kalian menikahi wanita hanya karena kecantikannya semata (semata), boleh jadi kecantikannya itu akan membawa kehancuran” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw bersabda, “Jauhi oleh kalian rumput hijau yang berada di tempat yang kotor. ‘Mereka bertanya, ‘Apa yang dimaksud rumput hijau yang berada di tempat yang kotor itu, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Yaitu wanita yang sangat cantik yang tumbuh (berkembang) di tempat yang tidak baik.” (HR ad-Daruquthni, Askari dan Ibnu Adi). Wallahu a’lam (Ken Ahmad)

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Tips Jodoh dan tag , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s